Amazon PHK 16.000 Karyawan, Persaingan AI Makin Sengit!
- Amazon
Jakarta, VoxPop – Amazon baru saja mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 16.000 karyawan. Ini menjadi putaran kedua pengurangan tenaga kerja skala besar dalam tiga bulan terakhir.
Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi perusahaan dalam persaingan AI yang kian intens.
Dalam sebuah unggahan blog, perusahaan menyatakan perlunya mengurangi birokrasi demi meningkatkan kecepatan pengambilan keputusan. “Kami telah bekerja untuk memperkuat organisasi kami dengan mengurangi lapisan, meningkatkan kepemilikan, dan menghapus birokrasi,” ungkap Beth Galetti, senior vice president of people Amazon, sebagaimana dikutip dari CNN, Kamis, 29 Januari 2026.
Sebelumnya, pada akhir Oktober, Amazon telah mengumumkan pemangkasan 14.000 karyawan korporat. Kebijakan ini sejalan dengan visi CEO Andy Jassy yang ingin Amazon beroperasi layaknya startup terbesar di dunia yang tetap lincah agar mampu beradaptasi cepat ketika AI mengubah lanskap sektor teknologi.
Amazon sendiri merupakan perusahaan swasta terbesar kedua di Amerika Serikat setelah Walmart. Perusahaan memiliki lebih dari 350.000 karyawan korporat, berdasarkan survei 2024 yang diajukan ke US Equal Employment Opportunity Commission. Jika digabungkan, dua gelombang PHK terbaru ini setara dengan sekitar 9 persen dari total staf perkantoran perusahaan.
PHK sendiri dimulai Rabu, 28 Januari 2026 dan akan berlangsung di berbagai divisi. Sebagian besar karyawan diberi waktu 90 hari untuk mencari peran baru secara internal. Sementara mereka yang tidak mendapatkan posisi baru akan menerima pesangon dan manfaat tambahan.
Amazon juga mengumumkan akan menutup bisnis toko kelontong Amazon Fresh dan Amazon Go, sekaligus memperkuat fokus pada toko berlabel Whole Foods.
Galetti mengungkapkan, gelombang PHK ini tidak akan menjadi pola berulang. Ia menyebut perusahaan sedang mengevaluasi kepemilikan, kecepatan, dan kapasitas untuk berinovasi bagi pelanggan, serta melakukan penyesuaian yang sesuai. Meski begitu, Amazon tetap akan merekrut secara strategis pada lini bisnis yang krusial bagi masa depan perusahaan.
Sebagaimana diketahui, persaingan Amazon di bidang AI memang sangat ketat. Perusahaan ini berhadapan langsung dengan Microsoft, Google, Meta, OpenAI, serta banyak perusahaan teknologi lain dalam perlombaan meningkatkan daya komputasi dan large language models yang diyakini akan menggerakkan ekonomi masa depan.
