Rupiah Melemah usai Goldman Sachs Group Inc. Turunkan Peringkat saham RI Jadi Underweight

Tumpukan uang rupiah dengan berbagai nominal
Sumber :
  • istockphoto.com

Jakarta, VoxPop – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup menguat pada perdagangan hari ini.

img_title PGS BI Destry Beberkan Strategi Hadapi Era Suku Bunga Tinggi di Dunia

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp 16.786 per Kamis, 29 Januari 2026. Posisi rupiah itu melemah 63 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 16.723 pada perdagangan Rabu, 28 Januari 2026.

Sementara perdagangan di pasar spot pada Jumat, 30 Januari 2026 hingga pukul 09.05 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 16.809 per dolar AS. Posisi itu melemah 54 poin atau 0,32 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 16.755 per dolar AS.

img_title Ekonom Sebut Serangan AS ke Iran Masih Jadi Sentimen Bagi Harga Minyak & Pergerakan Rupiah

Ilustrasi mata uang Rupiah.

Photo :
  • Pixabay/IqbalStock

Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, Analis Goldman Sachs Group Inc. menurunkan peringkat saham Indonesia menjadi underweight, memperingatkan bahwa kekhawatiran MSCI Inc. terkait kelayakan investasi dapat memicu arus keluar lebih dari US$13 miliar jika peringkat pasar diturunkan menjadi status frontier.

img_title Destry Pastikan BI Tak Kendor Jaga Stabilitas, Ini yang Jadi Prioritas

Bank Wall Street tersebut memperkirakan bahwa dalam skenario ekstrem dimana Indonesia diklasifikasikan ulang dari pasar negara berkembang, dana pasif yang mengikuti indeks MSCI dapat menjual hingga US$7,8 miliar. Arus keluar lebih lanjut sebesar US$5,6 miliar juga dapat dipicu, jika FTSE Russell meninjau ulang metodologi dan status free-float-nya.

Dalam catatan terpisah, analis menekankan bahwa mengingat manajer dana aktif regional memiliki posisi overweight di pasar, beban dari kemungkinan penurunan status, ditambah dengan meningkatnya tekanan pasar dan potensi penurunan likuiditas, kemungkinan akan mendorong investor long-only menyesuaikan kembali portofolio mereka. Hal ini juga dapat memicu aliran spekulatif dari hedge fund.

Saham Indonesia anjlok 7,4 persen pada Rabu kemarin, setelah MSCI mengumumkan akan menunda perubahan indeks hingga regulator menangani kekhawatiran terkait kepemilikan saham yang terlalu terkonsentrasi pada perusahaan terdaftar, dengan alasan masalah fundamental dalam hal kelayakan investasi.

Intinya, kekhawatiran terkait rendahnya free float jumlah saham yang tersedia untuk diperdagangkan telah muncul sebagai titik masalah bagi saham Indonesia.

"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp 16.670 - Rp 16.730," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut