IHSG Dibuka Menghijau saat Bursa Asia Variatif Menanti Kejelasan soal Tarif Trump

Penutupan IHSG.
Sumber :
  • VoxPop/M Ali Wafa

Jakarta, VoxPop IHSG dibuka menguat 29 poin atau 0,35 persen di level 8.425 pada pembukaan perdagangan Selasa, 24 Februari 2026.

img_title Tak Main-main, Iran Anggap Semua Jenis Ancaman Musuh Nyata dan Bakal Direspon Serius

Head of Retail Research PT BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi break resistance dan dibayangi Koreksi pada perdagangan hari ini.

"IHSG akan mencoba untuk break resistance kuat di 8.450. Tapi jika belum break di atas level tersebut, IHSG masih memiliki peluang koreksi terbatas," kata Fanny dalam riset hariannya, Selasa, 24 Februari 2026.

img_title IHSG Ditutup Menguat 0,77 Persen ke Level 6.234, Seluruh Indeks Bursa Kompak Berakhir di Zona Hijau

Ilustrasi IHSG.

Photo :
  • VoxPop/Muhamad Solihin

Pasar saham Asia bervariasi pada Senin kemarin, sementara dolar AS melemah seiring investor menunggu kejelasan kebijakan tarif AS. Sentimen pasar juga dibayangi hasil kinerja raksasa chip AI, Nvidia, yang dinilai akan menguji optimisme terhadap kenaikan sektor kecerdasan buatan pekan ini.

img_title Tarif Transjakarta Rute Blok M-Bandara Soetta Naik Jadi Rp 15 Ribu, Berlaku Mulai 1 September

Kebingungan muncul setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif darurat Presiden Donald Trump. Trump kemudian mengumumkan tarif baru 10 persen untuk seluruh dunia, sebelum menaikkannya menjadi 15 persen. Langkah ini disebut-sebut bahkan mengejutkan sebagian pejabatnya sendiri.

Belum jelas kapan tarif tersebut akan diberlakukan, produk apa saja yang dikecualikan, serta apakah semua negara akan dikenakan tarif 15 persen. Sebelumnya, beberapa negara seperti Inggris dan Australia dikenakan tarif 10 persen, sementara sejumlah negara Asia menghadapi tarif lebih tinggi.

Bursa Jepang tutup karena libur. Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan naik 0,7 persen, Hang Seng Hong Kong melesat 2,5 persen. Sedangkan, S&P/ASX 200 Australia melemah 0,6 persen.

"Support IHSG berada di level 8.320-8.350 sementara resist IHSG di rentang 8.450-8.500," ujarnya.

Sebagai informasi, indeks-indeks saham Wall Street melemah pada penutupan perdagangan Senin kemarin. Di tengah kekhawatiran dampak disrupsi kecerdasan buatan (AI) terhadap berbagai sektor industri, serta kebijakan kenaikan tarif Presiden AS Donald Trump.

Indeks Dow Jones Industrial Average menurun 1,66 persen, Nasdaq Composite turun 1,13 persen, dan S&P 500 melemah 1,04 persen. Di sisi lain, ketidakpastian kebijakan tarif Trump kembali membebani pasar.

Hal itu setelah pekan lalu Mahkamah Agung AS membatalkan tarif resiprokal yang diajukan pemerintah, Trump menegaskan tetap memiliki kewenangan menaikkan tarif bagi negara-negara yang dinilai ‘bermain-main

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut