BRI Bidik Sektor Berkualitas Kerek Pertumbuhan Kredit Naik hingga 9 Persen di 2026
- Freepik
Jakarta, VoxPop – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) membidik pertumbuhan kredit hingga 9 persen di tahun 2026. Target ini disampaikan setelah perseroan membukukan pertumbuhan sektor kredit dan pembiayaan sebesar dua digit yang mendorong laba bersih sebesar Rp57,13 triliun sepanjang tahun 2025
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyampaikan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tetap menjadi tulang punggung pertumbuhan kredit perseroan. Perseroan menyalurkan KUR sebesar Rp178,08 triliun kepada sekitar 3,8 juta debitur di seluruh Indonesia hingga Desember 2025.
Selain layanan kredit usaha rakyat (KUR), BRI juga memperluas dukungan pembiayaan melalui program KUR perumahan, Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), mulai diperkuat sebagai sumber pertumbuhan baru. Program FLPP untuk kredit pemilikan rumah (KPR) telah tersalurkan sebanyak Rp16,16 triliun kepada lebih dari 118 ribu debitur.
Memasuki tahun 2026, Hery menuturkan perseroan memilih pendekatan konservatif dan selektif dalam ekspansi kredit. Perseroan hanya akan menjajaki sektor-sektor berkualitas yang dapat memberikan yield solid.
“Kalau kita lihat guidance, kredit itu mungkin kita akan bergerak pertumbuhan masih single digit antara 7 sampai 9 persen," ungkap Hery dalam paparannya Laporan Kinerja Keuangan Triwulan IV-2025 secara daring, Kamis, 26 Februari 2026.
Ia menambahkan, perseroan akan terus meningkatkan peran tenaga lapangan atau mantri untuk memperkuat fungsi monitoring dan penagihan, sekaligus memperkuat kedisiplinan pembayaran nasabah. Langkah ini sebagai upaya memperkuat kualitas kredit di segmen mikro
“NPL tentunya selalu ada perbaikan ya dengan model yang ada di mikro. Kita perbaiki terus ya mantri-mantri yang juga terus menagih kemudian rajin mengunjungi nasabahnya,” ujarnya.
Secara keseluruhan, total kredit dan pembiayaan perseroan meningkat 12,3 persen secara tahunan menjadi Rp1.521 triliun sepanjang 2025. Segmen UMKM tetap mendominasi portofolio kredit dan menjadi fokus utama strategi bisnis berkelanjutan perseroan.
