Menkop Pastikan Truk dan Pikap Impor Tetap Disalurkan ke Koperasi Merah Putih

Menkop Ferry Juliantono (kiri).
Sumber :
  • Istimewa

Bandung,  VoxPop – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono, memastikan kendaraan truk dan pikap impor yang telah terlanjur didatangkan tetap akan dimanfaatkan untuk mendukung operasional Koperasi Merah Putih di berbagai daerah.

img_title Rayakan Harkopnas ke-79, Menkop Ferry Tegaskan ke Gen Z Koperasi Bukan Organisasi Kuno

Ferry menyampaikan, ribuan unit kendaraan tersebut akan dialokasikan ke koperasi desa yang sudah memiliki kesiapan infrastruktur seperti bangunan fisik, gudang, hingga gerai.

"Kemarin karena telanjur (impor), jumlahnya masih ribuan, kita akan penuhi untuk operasional di koperasi desa yang sudah selesai bangunan fisik, gudang, gerai dan alat kelengkapannya," kata Ferry di Masjid Al Jabbar, Minggu (29/3/2026)

img_title 30 Ribu Manajer Kopdes Merah Putih Mulai Ditempatkan Awal Agustus 2026

Ia menjelaskan, setiap koperasi nantinya akan memperoleh satu unit truk, satu pikap, serta sepeda motor guna mendukung distribusi barang dari dan ke desa.

"Sekarang ribuan truk dan pick-up sudah didistribusikan di koperasi-koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (sekitar 2.400 koperasi)," ucapnya.

img_title Menkop Tegaskan Kopdes Merah Putih Boleh Kelola Tambang di Desa

Meski menggunakan kendaraan impor, Ferry mengakui bahwa pemerintah tetap mengutamakan produk industri otomotif dalam negeri atau perusahaan yang telah berinvestasi di Indonesia.

"Tapi sekiranya kurang kita tentu diperbolehkan untuk mengambil dari negara manapun," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan telah berkoordinasi dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita serta Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) untuk memenuhi sisa kebutuhan kendaraan operasional.

"Untuk memenuhi sisa kebutuhan Koperasi Merah Putih, kita sudah membicarakan ini dengan Pak Menteri Perindustrian, dengan Gaikindo dan kita akan prioritaskan di industri otomotif kita yang sudah terbangun di dalam negeri," tuturnya.

Pemerintah sendiri menargetkan lebih dari 80 ribu unit Koperasi Merah Putih dapat berdiri di seluruh desa dan kelurahan di Indonesia.

Untuk mendukung program tersebut, pemerintah memberikan akses pembiayaan awal hingga Rp3 miliar per koperasi melalui bank Himbara, dengan bunga sekitar 6 persen per tahun, tenor 6-10 tahun, serta masa tenggang 6-8 bulan.

Sebelumnya, kendaraan operasional tersebut diimpor oleh Agrinas Pangan dari India, termasuk produksi dari Mahindra Ltd dan Tata Motors.

Total impor mencakup 105.000 unit kendaraan, terdiri dari 70.000 pikap 4x4 dan 35.000 truk roda enam, dengan nilai mencapai Rp24,66 triliun.

Langkah impor ini disebut dilakukan karena keterbatasan industri dalam negeri dalam memenuhi kebutuhan kendaraan pikap berpenggerak 4x4.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut