Harga LPG Non-subsidi 12 Kg Meroket hingga Rp 228.000, Bahlil Buka Suara

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia
Sumber :
  • [Mohammad Yudha Prasetya]

Jakarta, VoxPop Pertamina melalui PT Pertamina Patra Niaga telah melakukan penyesuaian harga untuk produk LPG non-subsidi, baik untuk tabung 5,5 kg maupun tabung 12 kg.

img_title Soroti Kecelakaan Maut Truk Tangki BBM vs Mobil KKN di Mantewe, Pertamina Patra Niaga Beri Penjelasan Resmi

Di laman resmi Pertamina Patra Niaga tercatat bahwa untuk wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat, harga LPG 5,5 kg menjadi Rp 107.000 per tabung atau naik sebesar Rp 17.000. Sementara harga untuk tabung 12 kg di wilayah Banten hingga Bali, kini mencapai Rp 228.000 atau naik sebesar Rp 36.000 dari harga sebelumnya.

Merespons hal tersebut, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengakui, kenaikan harga komoditas tersebut memang dipengaruhi oleh harga LPG di pasar internasional. Namun jika harga di pasar dunia turun, Bahlil mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan harga LPG non-subsidi itu juga akan ikut turun.

img_title Ekonom Perkirakan Inflasi Bulanan Juli 2026 Melambat ke 0,03 Persen, Cek Analisanya

“Kan ada formulasinya. Dulunya itu kan pakai harga Saudi Aramco. Jadi kalau harga dunia turun, dia pasti turun juga. Kalau harga dunia naik, naik,” kata Bahlil di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin, 20 April 2026.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia

Photo :
  • [Mohammad Yudha Prasetya]
img_title Cara Pertamina Patra Niaga Dorong Pendidikan Berkualitas bagi Generasi Muda

Meski demikian, Bahlil menjamin bahwa harga LPG 3 kg atau LPG bersubsidi tidak naik. Dia juga menyampaikan bahwa stok LPG bersubsidi masih terjaga di atas standar minimum nasional.

“Khusus untuk LPG yang disubsidi, stok kita di atas standar minimum nasional dan harganya tidak ada kenaikan, flat,” ujarnya.

Bahlil menambahkan, sebagaimana Pertalite dan Biosolar, pemerintah juga telah menahan harga LPG 3 kg agar tidak naik. Sejak penerapan program LPG 3 kg pada 2007, Dia menegaskan bahwa sampai saat ini pemerintah belum pernah menaikkan harga LPG 3 kg.

“Yang ada (harga) itu dimainkan di distributor dan pangkalan. Itu yang mau saya tata untuk betul-betul subsidi itu yang menerima adalah yang berhak,” ujarnya.

Sebagai informasi, pada Februari 2025, Bahlil mengaku sempat mengupayakan penataan distribusi LPG 3 kg agar tepat sasaran dengan menghapus pengecer. Namun, langkah itu justru menyebabkan antrean panjang pembelian LPG 3 kg.

Sebagai gantinya, Bahlil mengajak pengecer untuk mendaftarkan diri sebagai subpangkalan, sehingga tidak terjadi lonjakan harga LPG 3 kg di tingkat pengecer dan masyarakat yang membeli pun merupakan masyarakat yang berhak.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia

Bahlil Dorong Masyarakat Daerah Lebih Aktif Terlibat Pengelolaan Tambang

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mendorong masyarakat daerah untuk terlibat lebih besar dalam upaya pengelolaan sumber daya alam, khususnya pada sektor pertambangan.

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut