15.000 Rumah Tidak Layak Huni di Kawasan Perbatasan Bakal Direnovasi, Menteri Ara Targetkan Rampung September 2026

Menteri PKP, Maruarar Sirait
Sumber :
  • Biro Pers Sekretariat Presiden

Jakarta, VoxPop – Pemerintah menargetkan 15.000 rumah tidak layak huni (RTLH) di kawasan perbatasan dapat rampung direnovasi paling lambat September 2026.

img_title MK Ingatkan Negara Tak Boleh Kurangi Anggaran Pendidikan 20 Persen Apapun Keterbatasan APBN yang Dialami

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait (Ara) mengatakan pelaksanaan program tersebut akan dimulai setelah data sasaran dari Badan Pusat Statistik (BPS) selesai diserahkan dan diverifikasi.

“Kalau seminggu (verifikasi) dapat, berarti awal Mei ya harusnya kita bisa (mulai pembangunan). Paling lambat September tahun ini kita harus selesaikan,” kata Ara dalam konferensi pers di Kantor Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Jakarta, dikutip Jumat, 24 April 2026.

img_title Dorong Rumah Koran Kanreapia Jadi Sentra Sayuran Sulsel, Astra Lakukan Ini

Dia menjelaskan, program itu mencakup 17 provinsi dan 40 kabupaten/kota di kawasan perbatasan negara. Program diprioritaskan untuk memperkuat kehadiran negara di kawasan perbatasan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Ara mengatakan bedah rumah dijalankan melalui skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang menjadi bagian dari target nasional merenovasi 400.000 rumah. “Nah ini bedah 15.000 rumah masuk di 400.000 itu,” ujarnya.

img_title Buka Akses Ojol hingga Pedagang Kelontong Miliki Rumah, BSN Kuasai 24 % Pangsa Pasar KPR Subsidi

Menurut dia, waktu pelaksanaan program BSPS rata-rata memerlukan empat hingga lima bulan sejak proses pendataan dan verifikasi selesai dilakukan. “Kami mengerjakan itu rata-rata 4 bulan sampai 5 bulan prosesnya,” ungkapnya.

Dia menegaskan, pemerintah ingin pelaksanaan program di wilayah perbatasan berjalan cepat agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat. Ara menambahkan program 15.000 unit tersebut awalnya dialokasikan sebanyak 10.000 rumah, namun kemudian dinaikkan untuk memperluas perbaikan kondisi hunian warga di kawasan perbatasan.

“Kita tidak mau tanggung-tanggung, makanya saya tambah deh jangan cuma 10.000, 15.000. (Rumah-rumah) Ini kan paling depan, halaman depan kita kan berbatasan dengan halaman depan tetangga kita,” tuturnya.

Lebih lanjut, Pemerintah menilai peningkatan kualitas hunian di kawasan perbatasan juga diperlukan untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung ketahanan wilayah negara.

Menurutnya, percepatan pelaksanaan penting dilakukan agar masyarakat di kawasan perbatasan segera merasakan manfaat program tersebut. (Ant)

Ayah dan Bayinya Tewas Dalam Kebakaran Rumah di Cirebon

Ayah dan Bayinya Tewas Dalam Kebakaran Rumah di Cirebon, Polisi Masih Dalami Penyebab Kematian

Seorang ayah dan bayi laki-lakinya berusia enam bulan ditemukan meninggal dunia dalam rumah yang terbakar di Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, Jumat (31/7/2026)

img_title
VoxPop.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut