Sejarah Green SM di Indonesia, Taksi Listrik yang Jadi Sorotan usai Kecelakaan KRL di Bekasi Timur
- Arianti Widya
Indonesia sendiri diketahui menjadi negara ketiga di kawasan yang menjadi tujuan ekspansi perusahaan. Sebelum peluncuran penuh, Xanh SM sempat melakukan uji coba gratis di Jakarta hingga 17 Desember 2024.
Uji coba ini bertujuan untuk memperkenalkan layanan kepada masyarakat sekaligus menguji kesiapan operasional di pasar Indonesia.
CEO Global GSM Nguyen Van Thanh menyebut Indonesia sebagai pasar yang menarik. Hal ini berkaitan dengan komitmen Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060, yang dinilai sejalan dengan visi perusahaan dalam mengembangkan transportasi berbasis energi bersih.
Di Indonesia, Green SM dikenal sebagai layanan taksi listrik dengan armada berwarna hijau yang cukup mencolok. Seluruh kendaraan yang digunakan merupakan mobil listrik VinFast.
Kehadiran Green SM menambah variasi layanan transportasi di Indonesia, terutama di segmen kendaraan listrik yang masih berkembang. Perusahaan juga membawa model bisnis lain berupa penyewaan kendaraan listrik untuk kebutuhan operasional pihak ketiga.
Meski tergolong pemain baru, Green SM relatif cepat dikenal masyarakat karena konsepnya yang berbeda dibanding taksi konvensional.
Namun, insiden kecelakaan di Bekasi Timur membuat nama Green SM semakin menjadi perhatian publik. Banyak pihak kini menunggu hasil investigasi resmi untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.
