Apa Itu Doomjobbing? Fenomena Baru yang Melilit Para Pencari Kerja di Era AI
Akibatnya, banyak pelamar masuk dalam siklus yang melelahkan, mulai dari melamar kerja secara massal, tersaring sistem otomatis, ditolak berulang kali, lalu kehilangan kepercayaan diri.
Salah satu kesalahan terbesar dalam doomjobbing adalah anggapan bahwa semakin banyak melamar, semakin besar peluang diterima. Padahal, pendekatan tersebut justru sering kontraproduktif.
“Yang biasanya bekerja lebih baik dalam praktik adalah menghadirkan struktur dan tujuan yang jelas dalam proses tersebut. Artinya, memperlakukan pencarian kerja sebagai sebuah proses, bukan reaksi tanpa henti selama 24 jam: menetapkan batas waktu yang jelas, lebih selektif dalam memilih tempat melamar, dan meluangkan waktu untuk membangun positioning diri, bukan hanya mengejar jumlah lamaran.”
Dampak Tersembunyi Doomjobbing
Meski terlihat produktif, doomjobbing perlahan bisa merusak daya saing profesional seseorang, seperti:
- Keterampilan stagnan karena tidak mengikuti kebutuhan pasar
- Jaringan profesional melemah karena minim interaksi
- Rasa percaya diri menurun akibat penolakan berulang
- Kehilangan peluang karena tidak membangun posisi yang tepat
Cara Keluar dari Doomjobbing
Patterson menekankan bahwa solusi dari doomjobbing bukan bekerja lebih keras, melainkan bekerja lebih cerdas. “Memiliki portofolio keterampilan yang kuat dan sesuai kebutuhan pasar dapat menjadi penentu utama peluang seorang pencari kerja.”
Ia menyarankan agar waktu yang biasanya habis untuk melamar tanpa arah dialihkan untuk memahami kebutuhan industri dan keterampilan yang sedang dicari perusahaan.
“Menggantikan waktu yang dihabiskan untuk doomjobbing tanpa arah dengan waktu untuk meneliti kebutuhan tenaga kerja, keterampilan utama yang dibutuhkan industri, dan kesenjangan talenta dapat membantu membentuk profil kandidat yang lebih menarik, sekaligus menghasilkan pencarian kerja yang lebih terarah dan efektif.”
Selain itu, memperluas jaringan profesional, memperbarui kemampuan wawancara, memperbaiki resume, hingga memanfaatkan teknologi AI untuk membantu strategi pencarian kerja juga menjadi langkah penting.
