Mengenal Fenomena 'Disillusionomics', Cara Gen Z Bertahan di Tengah Tekanan Ekonomi

Ilustrasi Gen Z.
Sumber :
  • freepik.com

Jakarta, VoxPop – Perubahan lanskap ekonomi global dalam beberapa tahun terakhir tidak hanya memengaruhi dunia usaha, tetapi juga cara generasi muda memandang masa depan finansial mereka. Generasi Z kini menghadapi realitas ekonomi yang penuh tekanan, mulai dari meningkatnya biaya hidup hingga ketidakpastian pasar kerja yang berkepanjangan.

img_title Kepada Prabowo, Anindya Bakrie Tegaskan Kesiapan Dunia Usaha Bantu Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Di tengah kondisi tersebut, muncul fenomena baru yang disebut “disillusionomics”, sebuah istilah yang menggambarkan cara Gen Z merespons sistem ekonomi yang dinilai tidak lagi sejalan dengan harapan lama. 

Alih-alih mengikuti jalur konvensional seperti mencari pekerjaan tetap dan mempunyai perencanaan jangka panjang, banyak dari mereka memilih pendekatan yang lebih fleksibel dan adaptif. Konsep ini diperkenalkan oleh ekonom muda Alice Lassman yang melihat adanya pola perilaku baru di kalangan generasinya. 

img_title Kadin Se Indonesia Dipanggil Prabowo, Anindya Ungkap Diskusi soal Genjot Ekonomi Daerah

Ia menilai bahwa Gen Z tumbuh dengan pengalaman krisis yang berulang, sehingga membentuk cara pandang yang berbeda terhadap stabilitas ekonomi. “Sistem ekonomi yang dibicarakan orang tua mereka sebenarnya tidak akan berjalan dengan cara yang sama bagi mereka,” ujar Lassman, sebagaimana dikutip dari Fortune, Sabtu, 2 Mei 2026.

Menurutnya, terdapat kesenjangan antara apa yang diajarkan mengenai ekonomi dengan realitas yang dihadapi generasi muda saat ini. “Saya pikir ada perasaan umum di kalangan anak-anak di sekolah dan dari konten yang mereka konsumsi, bahwa semuanya tidak berjalan sebagaimana mestinya,” lanjutnya.

img_title BI Disebut Tak Fokus Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Destry: Salah itu, Kami Tetap Konsen

Kondisi ini mendorong banyak Gen Z untuk mengubah strategi keuangan mereka. Kepemilikan rumah, pensiun, hingga membangun keluarga kini tidak lagi menjadi tujuan utama yang realistis bagi sebagian dari mereka. 

Sebagai gantinya, mereka mulai mengandalkan berbagai sumber penghasilan sekaligus. Fenomena ini terlihat dari meningkatnya tren memiliki lebih dari satu pekerjaan atau sumber pendapatan, mulai dari pekerjaan utama, pekerjaan sampingan, hingga aktivitas di ekonomi digital seperti menjadi kreator konten atau membuka usaha kecil, semuanya dimanfaatkan untuk meningkatkan pemasukan.

Pendekatan ini membuat kehidupan finansial Gen Z menyerupai portofolio, di mana setiap aktivitas memiliki potensi menghasilkan uang. Cara ini juga dipengaruhi oleh perkembangan teknologi yang memungkinkan monetisasi berbagai aspek kehidupan sehari-hari.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut