Coinbase PHK 14 Persen Karyawan, Industri Kripto Lagi Goyang?
- istimewa
Kekhawatiran terhadap dampak AI terhadap pekerjaan pun semakin meningkat. CEO Anthropic, Dario Amodei, memperingatkan bahwa AI berpotensi menghapus setengah dari pekerjaan entry-level di sektor white-collar dan meningkatkan pengangguran secara signifikan.
Ia juga menilai banyak pihak masih “memoles kenyataan” terkait dampak sebenarnya dari teknologi ini. Tokoh lain seperti Jack Dorsey dan Roelof Botha juga menilai AI bisa menggantikan sebagian besar pekerjaan manajemen menengah, yang selama ini mencakup sekitar 12 persen tenaga kerja.
Survei dari Just Capital menunjukkan sepertiga masyarakat khawatir akan gelombang PHK besar akibat AI. Lebih dari setengah pimpinan perusahaan juga memperkirakan perekrutan untuk posisi entry-level akan melambat dan membutuhkan keterampilan yang lebih tinggi.
Meski begitu, ada pandangan yang berbeda. National Association of Colleges and Employers melaporkan perekrutan lulusan baru diperkirakan naik 5,6 persen tahun ini. Tingkat pengangguran lulusan muda juga turun menjadi 5,3 persen dari sebelumnya 8,9 persen.
CEO Salesforce Marc Benioff mengatakan perusahaannya justru merekrut 1.000 lulusan baru dan magang untuk mendukung pengembangan AI. “Mereka mengatakan AI akan membunuh pekerjaan entry-level. Sementara itu para lulusan dan magang ini justru membangunnya, menggerakkan Agentforce & Headless360 di Salesforce,” kata dia.
Sementara itu, CEO OpenAI Sam Altman mengkritik praktik “AI washing”, yaitu ketika perusahaan menyalahkan AI atas PHK yang tidak sepenuhnya terkait dengan teknologi tersebut. Di China, pengadilan bahkan memutuskan perusahaan tidak boleh mengganti atau menurunkan jabatan karyawan hanya karena AI mampu melakukan pekerjaan yang sama.
