BI Kawal Transformasi Pangan dari Sawah hingga Hilirisasi Desa

Peluncuran GPIPS di Sidoarjo, Jawa Timur, pada Rabu, 13 Mei 2026.
Sumber :
  • Viva/Siska Permata Sari

Surabaya, VoxPop – Di tengah ketidakpastian global, perubahan iklim, hingga ancaman gejolak harga pangan, sektor pertanian dan peternakan nasional kini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Namun di balik tantangan tersebut, berbagai daerah di Jawa Timur justru menunjukkan bagaimana kolaborasi antara pemerintah, Bank Indonesia, petani, peternak, koperasi, hingga komunitas desa, mampu melahirkan transformasi ekonomi berbasis pangan yang lebih modern, berkelanjutan, dan bernilai tambah tinggi. 

img_title Singgung Masalah Pengawasan, Begini Respons Purbaya soal Isu BI Bakal Masuk Kabinet

Mulai dari penguatan produksi pangan strategis, pengembangan hilirisasi desa, pengolahan limbah peternakan, hingga wisata edukasi pertanian organik, transformasi ini menjadi bagian dari upaya besar menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Komitmen tersebut ditandai dengan peluncuran Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Wilayah Jawa Tahun 2026 di Gudang Bulog Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu 13 Mei 2026. Program ini menjadi evolusi dari Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dengan pendekatan yang lebih terintegrasi dari hulu ke hilir.

img_title Dampak Positif BI Rate Naik, Destry: Modal Asing US$9 Miliar Masuk RI di Kuartal II-2026

Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman mengatakan GPIPS hadir untuk menjawab tantangan stabilitas harga pangan yang semakin kompleks. Menurutnya, pengendalian inflasi pangan kini tidak cukup hanya mengandalkan operasi pasar jangka pendek, tetapi juga membutuhkan penguatan sektor produksi dan distribusi.

“Melalui GPIPS, pengendalian inflasi pangan tidak hanya difokuskan pada stabilisasi harga jangka pendek, tetapi juga pada penguatan produksi, pascapanen, dan distribusi pangan guna mendukung ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan,” ujar Aida di Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu.

img_title Namanya Kerap Masuk ke Bursa Calon Gubernur BI, Purbaya Ngaku Sudah Bersyukur Jadi Menkeu

Deputi Gubernur BI Aida S Budiman

Photo :
  • VoxPop/Siska Permata Sari

GPIPS 2026 difokuskan pada dua aspek utama yakni peningkatan produktivitas dan kelancaran distribusi pangan. Tiga komoditas prioritas nasional yang menjadi perhatian adalah beras, cabai, dan bawang merah.

“GPIPS memiliki penguatan dibandingkan program sebelumnya terutama pada 3 hal, pertama penguatan alignment program dengan prioritas pemerintah, khususnya dalam mendukung peningkatan produksi, penguatan distribusi, dan stabilisasi pangan strategis guna mendukung agenda Asta Cita menuju swasembada pangan,” kata Aida.

Bank Indonesia optimistis langkah tersebut mampu menjaga inflasi volatile food pada rentang 3-5% sepanjang 2026. Namun tantangan seperti perubahan iklim, El Nino, penguatan pascapanen, hingga fenomena aging farmer tetap menjadi perhatian serius.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut