Ekspor SDA Dikelola Pemerintah, Airlangga Optimis Rupiah Bakal Lebih Stabil

Menko bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden

Jakarta, VoxPop – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto meyakini aturan tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) strategis akan membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui peningkatan cadangan devisa.

img_title Reformasi Tata Kelola Biodiesel Dinilai Perkuat Implementasi B50

“Terutama untuk menghindari dan menghilangkan trade missinvoicing, dan mendorong pertumbuhan ekonomi, menjaga stabilitas nilai tukar tentunya dengan cadangan devisa yang lebih besar,” kata Airlangga dalam konferensi pers di DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.

PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI)

Photo :
  • [Istimewa]
img_title PGS BI Destry Beberkan Strategi Hadapi Era Suku Bunga Tinggi di Dunia

Menurutnya, pengaturan tersebut dilakukan karena ekspor komoditas SDA menyumbang sekitar 60 persen dari total ekspor nasional.

Airlangga menjelaskan, tiga komoditas utama yang akan menjadi tahap awal pengaturan yakni batu bara, crude palm oil (CPO), dan ferro alloy.

img_title Ekonom Sebut Serangan AS ke Iran Masih Jadi Sentimen Bagi Harga Minyak & Pergerakan Rupiah

Ketiga komoditas ini dinilai memiliki kontribusi terbesar terhadap ekspor nasional sekaligus berdampak signifikan terhadap penerimaan devisa dan stabilitas ekonomi. Karenanya, pemerintah akan memperkuat pengawasan ekspor melalui BUMN ekspor, yakni Danantara Sumber Daya Indonesia.

Selain itu, transparansi data volume dan nilai ekspor diyakini dapat meningkatkan kredibilitas perdagangan Indonesia di mata pasar global sekaligus mendorong optimalisasi penerimaan negara, baik dari pajak, bea keluar, maupun penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Airlangga juga menilai, tata kelola ini akan memperkuat posisi tawar Indonesia di hadapan pembeli internasional sehingga membantu menjaga stabilitas harga dan memperluas pangsa pasar ekspor.

Dalam tahap awal, kata Airlangga, transaksi ekspor masih dilakukan langsung oleh perusahaan eksportir dengan pembeli di luar negeri. Namun, dokumentasi ekspor sudah dilakukan oleh Danantara Sumber Daya Indonesia selama masa transisi tiga bulan yang akan dievaluasi pemerintah.

Selanjutnya, mulai 1 September 2026, seluruh proses ekspor komoditas strategis mulai dari kontrak, pengiriman barang hingga pembayaran akan dilakukan sepenuhnya oleh BUMN yang ditugaskan. (Ant).

BRI Life.

BRI Life Wujudkan Komitmen GCG dan Tata Kelola Kepemimpinan dalam Inovasi Digital, Ini Buktinya

PT Asuransi BRI Life alias BRI Life melaporkan, hingga bulan Juli 2026, mereka telah sukses meraih sejumlah penghargaan baik di level Nasional hingga level International.

img_title
VoxPop.co.id
1 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut