Investor Borong Mata Uang Asia, Yuan China Melesat saat Dolar Loyo
- REUTERS/Nicky Loh
Secara bulanan, yuan tercatat sudah menguat sekitar 0,9 persen terhadap dolar AS sepanjang Mei 2026. Jika tren ini bertahan hingga akhir bulan, maka yuan akan mencatat kenaikan bulanan dua kali berturut-turut.
Sepanjang tahun ini, mata uang China tersebut telah menguat sekitar 3,3 persen terhadap dolar AS. Penguatan itu didorong kombinasi melemahnya dolar global dan kuatnya kinerja ekspor China.
Di saat yang sama, bank sentral China juga dilaporkan meminta perbankan meningkatkan penyaluran kredit bulan ini. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Beijing untuk menopang ekonomi domestik yang masih tertekan akibat tingginya biaya energi dan lemahnya permintaan dalam negeri.
Kebijakan stimulus kredit itu diperkirakan dapat membantu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendukung sentimen positif terhadap yuan dalam jangka pendek.
Meski begitu, investor masih akan mencermati perkembangan geopolitik global, kebijakan suku bunga Amerika Serikat, serta data ekonomi China dalam beberapa pekan ke depan karena faktor-faktor tersebut dinilai sangat memengaruhi arah pergerakan yuan dan dolar AS.
