Purbaya Bongkar Penyebab Utama Rupiah dan IHSG Ambruk, Bukan Karena Fundamental Ekonomi RI

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
Sumber :
  • [Mohammad Yudha Prasetya]

Jakarta, VoxPop – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membongkar menyebab pelemahan nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Menurutnya, ambruknya rupiah dan IHSG tidak sejalan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang masih solid.

img_title IHSG Ditutup Menguat 0,77 Persen ke Level 6.234, Seluruh Indeks Bursa Kompak Berakhir di Zona Hijau

Menkeu pun mengatakan bahwa rontoknya nilai tukar dan pasar modal lebih banyak dipengaruhi sentimen negatif terhadap perekonomian nasional.

Purbaya mengatakan kondisi ekonomi nasional hingga saat ini tetap terjaga. Hal itu tercermin dari kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang kuat serta aktivitas ekonomi di berbagai daerah yang masih menunjukkan tren pertumbuhan positif.

img_title IHSG Masih Bertahan di Zona Hijau Saat Sesi II Dibuka, Menguat 0,55% ke Level 6.220

"Kendala utamanya adalah persepsi negatif terhadap ekonomi kita, yang nggak terlalu benar. Karena APBN kita bagus, ekonominya tumbuh cukup bagus," kata Purbaya, Sabtu (6/6/2026).

"Sampai sekarang kalau kita kemana-mana semuanya ekonomi activity meningkat. Tapi ketika persepsi dibilang kita mau hancur, segala macam, sebagian orang terpengaruh," ujarnya.

img_title PGS BI Destry Beberkan Strategi Hadapi Era Suku Bunga Tinggi di Dunia

Guna mengatasi hal tersebut, pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) berkomitmen memperkuat koordinasi guna meredam sentimen negatif di pasar sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.

"Itu yang akan kita hilangkan dengan kerja sama yang lebih erat dengan bank sentral. Sebelumnya juga erat, cuman kita lebih eratin lagi," katanya.

Sebelumnya, Purbaya melaporkan realisasi belanja negara hingga Mei 2026 telah mencapai Rp1.365,4 triliun atau setara 35,5 persen dari target APBN 2026 yang sebesar Rp3.842,7 triliun.

Capaian tersebut meningkat 34,4 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

“Belanja negara tetap tumbuh 34,4 persen. Bagus, artinya sesuai dengan target ya, kita selalu ingin mempercepat belanja mencapai Rp1.365,4 triliun,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Jumat (5/6).

Secara rinci, realisasi belanja negara terdiri atas belanja pemerintah pusat sebesar Rp1.059,3 triliun atau 33,6 persen dari pagu APBN yang telah ditetapkan. Angka tersebut juga mencatat pertumbuhan tahunan sebesar 52,6 persen. (ant/rpi)

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Kompleks Istana Kepresidenan

Purbaya Pastikan Anggaran Sekolah Rakyat dari APBN Berjalan Optimal

Purbaya menegaskan komitmen negara dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui dukungan pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

img_title
VoxPop.co.id
1 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut