Harga Minyak Dunia Melorot Usai Gencatan Senjata Iran-Israel, Analis Ingatkan Risiko Ini
- Reuters
Salah satu isu utama dalam pembahasan perdamaian saat ini adalah dorongan Amerika Serikat agar Iran kembali membuka akses penuh ke Selat Hormuz. Jalur tersebut sangat penting bagi distribusi minyak dari Timur Tengah ke berbagai negara.
Bagaimana Prospek Harga Minyak?
Lembaga riset Haitong Futures menilai harga minyak mentah masih berpotensi bergerak lebih tinggi. Menurut mereka, pasokan dan permintaan global yang semakin ketat, ditambah penurunan stok minyak dunia, dapat mendorong harga menuju batas atas kisaran perdagangannya.
Analis juga memperingatkan bahwa meski gencatan senjata tercapai, aktivitas pengiriman melalui Selat Hormuz kemungkinan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk kembali normal. Pemulihan bisa berlangsung lebih lama apabila terdapat kerusakan pada infrastruktur energi.
Peringatan serupa pernah disampaikan Chief Executive Officer Saudi Aramco, Amin Nasser. Bulan lalu ia mengatakan gangguan di Selat Hormuz dapat menghambat stabilitas pasar minyak global hingga 2027.
Menurut Nasser, gangguan berkepanjangan berpotensi memengaruhi hampir 100 juta barel pasokan minyak setiap minggu. Sementara itu, Morgan Stanley menyebut kondisi pasar minyak saat ini sebagai perlombaan melawan waktu.
Bank investasi tersebut menilai faktor-faktor yang selama ini menahan kenaikan harga minyak dapat berkurang apabila Selat Hormuz tetap tertutup sepanjang Juni. Morgan Stanley menjelaskan bahwa peningkatan ekspor minyak mentah Amerika Serikat dan melemahnya permintaan dari China sejauh ini membantu mengurangi dampak gangguan pasokan.
Namun jika penutupan jalur strategis tersebut berlangsung lebih lama, pasokan global berpotensi kembali mengetat dan mendorong harga minyak naik lebih tinggi.
