IHSG Ambles 3,36 Persen Saat Penutupan, Saham BUMI hingga DSSA Jadi yang Paling Banyak Diburu Investor

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (foto ilustrasi)
Sumber :
  • VoxPop/M Ali Wafa

Jakarta, VoxPop – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Rabu, 24 Juni 2026, dengan pelemahan tajam. Tekanan jual yang berlangsung sejak pagi semakin dalam setelah sesi kedua dibuka hingga akhirnya menyeret IHSG turun lebih dari 3 persen pada penutupan perdagangan.

img_title IHSG Ditutup Menguat 0,77 Persen ke Level 6.234, Seluruh Indeks Bursa Kompak Berakhir di Zona Hijau

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup di level 5.896,417 atau merosot 3,36 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Koreksi ini sekaligus membuat indeks kembali menjauh dari level psikologis 6.000 yang sebelumnya sempat menjadi area pertahanan pasar.

Pergerakan IHSG sepanjang hari menunjukkan tren pelemahan yang konsisten. Indeks dibuka pada level 6.128,27 dan sempat menyentuh posisi tertinggi harian di level 6.171,38. Namun tekanan jual terus meningkat hingga mendorong indeks bergerak turun sepanjang sesi perdagangan.

img_title IHSG Masih Bertahan di Zona Hijau Saat Sesi II Dibuka, Menguat 0,55% ke Level 6.220

Memasuki sesi kedua setelah lunch break, tekanan pasar semakin kuat. IHSG yang sempat berada di kisaran 6.000 pada akhir sesi pertama terus melemah hingga menyentuh level terendah harian di 5.876,93 sebelum akhirnya ditutup pada level 5.896,417.

Pelemahan tersebut membuat IHSG kehilangan sekitar 205 poin dari posisi penutupan sebelumnya yang berada di level 6.101,33.

img_title IHSG Dibuka Menguat Serupa Wall Street Meski Dibayangi Koreksi, Bursa Asia Bergerak Variatif

Seluruh Indeks Utama Kompak Merah

Tekanan yang terjadi tidak hanya menimpa IHSG. Sejumlah indeks utama di Bursa Efek Indonesia juga mengalami koreksi cukup dalam.

Indeks LQ45 ditutup melemah 2,99 persen ke level 580,517. Sementara indeks IDX30 turun 2,75 persen dan IDX80 terkoreksi lebih dalam sebesar 3,63 persen.

Di sisi lain, indeks IDXLQ45LCL juga tercatat turun 2,86 persen. Kondisi tersebut menunjukkan aksi jual terjadi secara luas pada berbagai kelompok saham, terutama saham berkapitalisasi besar yang menjadi penggerak utama pasar.

Aktivitas Perdagangan Tetap Tinggi

Meski pasar bergerak di zona merah, aktivitas perdagangan saham tetap berlangsung ramai hingga penutupan.

Data BEI menunjukkan nilai transaksi saham mencapai sekitar Rp32,93 triliun dengan volume perdagangan mencapai lebih dari 40,10 miliar lembar saham dan frekuensi transaksi menembus 1,75 juta kali.

Besarnya nilai transaksi tersebut menunjukkan investor tetap aktif melakukan jual beli saham di tengah tekanan yang terjadi di pasar.

BUMI Jadi Saham Paling Banyak Diperdagangkan

Di tengah pelemahan IHSG, sejumlah saham tetap mencatatkan aktivitas transaksi yang sangat tinggi berdasarkan volume perdagangan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut