8 Perusahaan Bersiap Melantai di BEI, Enam di Antaranya Beraset Jumbo

Gedung IDX, Indonesia Stock Exchange (Bursa Efek Indonesia)
Sumber :
  • vivanews/Andry

Jakarta, VoxPop – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat bahwa per 26 Juni 2026, ada delapan perusahaan berada dalam pipeline (antrean) akan melangsungkan Initial Public Offering (IPO) di pasar modal Indonesia

img_title BEI Suspensi 72 Saham karena Telat Laporan Keuangan Kuartal I 2026, Ini Daftar Emitennya

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengungkapkan, Dari delapan perusahaan dalam antrean IPO, Nyoman mengungkapkan sebanyak enam perusahaan beraset skala besar atau jumbo di atas Rp250 miliar, satu perusahaan beraset skala menengah antara Rp50 miliar sampai Rp250 miliar, serta satu perusahaan beraset skala kecil di bawah Rp50 miliar.

"Hingga saat ini, terdapat delapan perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” ujar dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin, 29 Juni 2026.

img_title Ekspansi Infrastruktur Terus Berlanjut, Pendapatan CDIA Tumbuh 22,8 % pada Semester I-2026

Adapun, klasifikasi skala aset perusahaan tersebut merujuk pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017.

Dari sisi sektor delapan perusahaan antrean IPO, Nyoman merincikan sebanyak empat perusahaan sektor kesehatan, dua perusahaan sektor barang konsumen primer, satu perusahaan sektor barang konsumen primer, dan satu perusahaan sektor infrastruktur.

img_title IHSG Makin Tertekan di Penutupan Sesi I, Anjlok 0,6 Persen ke Level 6.093

Sampai 26 Juni 2026, telah terdapat satu perusahaan yang melangsungkan IPO dengan dana dihimpun senilai Rp306 miliar, sehingga total perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia tercatat sebanyak 957 perusahaan sampai saat ini.

Sementara itu, BEI mencatat penerbitan sebanyak 71 emisi dari 43 penerbit Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) dengan dana yang dihimpun senilai Rp76,09 triliun hingga 26 Juni 2026.

Sampai periode tersebut, Nyoman mengungkapkan terdapat 48 emisi dari 33 penerbit EBUS yang sedang berada dalam pipeline (antrean) untuk menerbitkan emisi EBUS, yang terdiri dari berbagai sektor.

Sementara itu, untuk aksi rights issue (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu/HMETD), telah terdapat empat perusahaan yang telah melangsungkan aksi rights issue dengan total nilai Rp3,89 triliun sampai 26 Juni 2025. Dalam antrean, terdapat satu perusahaan yang akan melangsungkan aksi rights issue, yang terdiri dari sektor properti.

Ekonom dan Mantan Senior Executive Vice President Bank CIMB Niaga, Dr. Michael Gerald Jusanti

Tes Insolvensi Wajib Dinilai Mampu Lindungi Perusahaan Sehat dari Pailit Prematur, Begini Penjelasannya

Michael mengatakan, hukum di RI saat ini tak mewajibkan tes insolvensi di tahap awal sebagai syarat material. Maka putusan pailit sangat mudah dijatuhkan secara prematur.

img_title
VoxPop.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut