IHSG Terjun Tajam ke Level 5.820 pada Penutupan Perdagangan, Hanya Satu Sektor Bertahan di Zona Hijau

Ilustrasi IHSG.
Sumber :
  • VoxPop/Muhamad Solihin

Jakarta, VoxPop – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan tren pelemahan pada perdagangan awal pekan. Setelah ditutup di zona merah pada akhir pekan lalu, IHSG kembali mengalami tekanan cukup dalam hingga anjlok lebih dari 1 persen pada penutupan perdagangan Senin, 29 Juni 2026.

img_title IHSG Ditutup Menguat 0,77 Persen ke Level 6.234, Seluruh Indeks Bursa Kompak Berakhir di Zona Hijau

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI Business, IHSG ditutup melemah 1,28 persen atau turun 75,34 poin ke level 5.820,79. Pelemahan tersebut menunjukkan tekanan jual yang masih mendominasi hampir di seluruh sektor perdagangan saham.

Koreksi yang terjadi hari ini juga membuat IHSG melanjutkan tren negatif dalam beberapa sesi terakhir. Mayoritas indeks sektoral tercatat berakhir di zona merah dengan penurunan yang bervariasi.

img_title IHSG Masih Bertahan di Zona Hijau Saat Sesi II Dibuka, Menguat 0,55% ke Level 6.220

Hampir Seluruh Sektor Berakhir Melemah

Tekanan terbesar terjadi pada sektor infrastruktur yang turun 1,58 persen. Di bawahnya, sektor barang baku terkoreksi 1,42 persen, disusul sektor keuangan yang melemah 1,14 persen.

img_title IHSG Dibuka Menguat Serupa Wall Street Meski Dibayangi Koreksi, Bursa Asia Bergerak Variatif

Sektor transportasi juga ditutup turun 0,90 persen, sementara sektor barang konsumer nonprimer kehilangan 0,80 persen. Adapun sektor barang konsumer primer terkoreksi 0,75 persen.

Pelemahan juga masih membayangi sejumlah sektor lainnya, antara lain:

  • Energi turun 0,48 persen.
  • Kesehatan melemah 0,37 persen.
  • Teknologi terkoreksi 0,35 persen.
  • Perindustrian turun 0,31 persen.

Di tengah dominasi pelemahan tersebut, hanya sektor properti dan real estate yang berhasil bertahan di zona hijau dengan kenaikan sebesar 0,71 persen.

Ratusan Saham Menjadi Pemberat IHSG

Data perdagangan menunjukkan tekanan jual berlangsung cukup merata di Bursa Efek Indonesia.

Total volume transaksi saham pada perdagangan Senin mencapai 14,72 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp8,69 triliun.

Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 449 saham ditutup melemah. Sementara itu, 214 saham berhasil menguat dan 149 saham lainnya bergerak stagnan.

Dominasi saham yang mengalami penurunan tersebut menjadi faktor utama yang menyeret IHSG semakin dalam ke zona merah hingga akhir perdagangan.

Saham-Saham Penopang IHSG

Meski IHSG ditutup anjlok, masih terdapat sejumlah saham berkapitalisasi besar di indeks LQ45 yang mampu mencatatkan kenaikan dan membantu menahan tekanan pasar agar tidak semakin dalam.

Tiga saham dengan penguatan tertinggi di indeks LQ45 pada perdagangan hari ini yakni:

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut