Sasar Akademisi dan Mahasiswa, Program Edukasi 'Pintar Bareng GoPay' Kembali Digelar di Bandung

Program edukasi 'Pintar Bareng GoPay'
Sumber :
  • [Istimewa]

Jakarta, VoxPop GoPay menggandeng Multifinance Anak Bangsa menghadirkan program edukasiPintar Bareng GoPay”, untuk ratusan mahasiswa di Universitas Telkom, Bandung.

img_title Trump Kaji Pungut Rp 1,8 Miliar Buat Mahasiswa Asing yang Ingin Bekerja di AS usai Lulus Kuliah

Head of Corporate Affairs GoPay, Audrey P. Petriny mengatakan, program ini hadir sebagai bentuk komitmen untuk membantu masyarakat Indonesia, agar lebih melek finansial melalui rangkaian edukasi yang interaktif.

Dia mengatakan, program edukasi Pintar Bareng GoPay juga menjadi salah satu upaya GoPay, dalam memperkuat literasi keuangan digital di Indonesia.

img_title Organisasi Mahasiswa Katolik Perkuat Sinergi dengan Pemerintah

"Melalui kolaborasi acara ini, kami berharap mahasiswa dapat membangun kebiasaan finansial yang sehat, memanfaatkan layanan keuangan secara bijak dan bertanggung jawab, serta memiliki bekal untuk mengambil keputusan keuangan yang tepat di masa depan," kata Audrey dalam keterangannya, Senin, 6 Juli 2026.

GoPay

Photo :
  • [Istimewa]
img_title Gelar Forum Edukasi Pasar, Invetra Trading Talks Berupaya Satukan Trader Ritel Jakarta

Dengan mengangkat tema pengaruh media sosial dan kesehatan mental terhadap pengambilan keputusan finansial, dan dikemas secara interaktif, acara ini menghadirkan Certified Financial Planner (CFP), Mirzan Hasan Bisri, serta psikolog Novy Yulianty, M.Psi.

Keduanya hadir untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan menyusun skala prioritas, dan memahami dorongan emosional saat bertransaksi.

Dalam sesi diskusi, Psikolog, Novy Yulianty, M.Psi. mengatakan, kondisi keuangan mahasiswa seringkali terganggu oleh fenomena doom spending, yaitu belanja impulsif sebagai pelarian atas tuntutan sehari-hari.

Selain itu, tingginya ketakutan akan FOMO (Fear of Missing Out) dan FOPO (Fear of Other People’s Opinion) di dunia maya, juga ikut mendorong mahasiswa mengejar pengakuan sosial secara berlebihan hingga terjebak utang. 

“Mahasiswa harus mengenali emosi mereka sebelum bertransaksi dan bisa membedakan antara kebutuhan atau sekadar gengsi sesaat. Penting untuk membangun kesadaran diri agar tidak menjadikan gaya hidup orang lain di media sosial sebagai tolok ukur keuangan pribadi," kata Novy. 

Dia menekankan, dari sisi perencanaan keuangan, mahasiswa perlu membangun kondisi keuangan yang sehat sejak dini. Antara lain dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran, menetapkan prioritas sebelum membeli, serta menyisihkan sebagian uang.

"Mereka juga perlu mengevaluasi manfaat pembelian saat terdorong mengikuti tren agar tidak mengganggu kebutuhan utama atau memicu utang," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut