Pastikan TikTok-Tokopedia Tak Lakukan PHK, Menaker Yassierli: Istilahnya Talent Mobility

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli (tengah)
Sumber :
  • Antara.

Jakarta, VoxPop – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memastikan bahwa TikTok-Tokopedia Group tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Hal keorganisasian yang dilakukana dalah penataan sumber daya manusia (SDM) secara internal.

img_title Viral! Kekasih Lamine Yamal Dikritik Usai Video Unggahan Ulangnya Soal Kehamilan di TikTok, Ada Apa?

“Presiden Direktur dari (TikTok) Tokopedia kan sudah meluruskan bahwa yang dilakukan saat ini itu bukan PHK, dalam artian sepihak karena ada kondisi industri, tapi adalah mereka sedang melakukan pembenahan, istilahnya talent mobility, di internal mereka,” kata Menaker Yassierli saat dijumpai usai Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin.

Dia pun mengatakan, saat ini perusahaan itu juga tengah membuka lowongan pekerjaan baru untuk kurang lebih 100 orang. Kesempatan kerja itu merupakan bagian dari penataan yang dilakukan. 

img_title Angka PHK Meningkat, OJK Pastikan Belum Ada Dampak Sistemik ke Industri Dana Pensiun

“Tiktok sendiri kan membuka lowongan pekerjaan baru di sekitar 100 orang, ya. Jadi itu tadi sudah clear,” ujar Menaker.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad secara terpisah hari ini, mengatakan pihaknya pun telah memanggil perwakilan perusahaan itu, baik yang ada di Indonesia maupun dari China.

img_title Bantu UMKM Naik Kelas di Era Digital, Kementerian UMKM Gandeng Tokopedia dan TikTok Shop

Menurut Sufmi Dasco, isu PHK sebanyak 1.200 pekerja lebih itu tidak benar. Setelah melakukan pertemuan bersama pihak perusahaan dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), tercatat bahwa ada sekitar 200 orang yang telah mengambil kompensasi dalam pembenahan tersebut.

Namun, dia pun belum mengetahui jumlah secara rinci pekerja yang terkena dampak dinamika internal perusahaan itu.

President Director PT Tokopedia Stephanie Susilo membantah adanya PHK secara massal terhadap para pekerjanya di Indonesia. Dalam proses penataan itu, menurut dia, ada sejumlah pekerjanya yang sudah memilih untuk mengambil paket kompensasi dan bekerja di tempat lain.

Selain itu, kata Stephanie, ada juga pekerja yang disalurkan ke lingkungan perusahaan lain di bawah naungan grup bisnis TikTok-Tokopedia.

"Saat ini kami juga melakukan rekrutmen untuk lebih dari 100 posisi di Indonesia," kata Stephanie. (Ant)

Ilustrasi buruh garmen

Kemenperin Ungkap Penyebab Ancaman PHK 1.500 Pekerja Garmen di Jateng, Bukan karena Serbuan Impor

Kemenperin menjelaskan dugaan ancaman PHK sekitar 1.500 pekerja garmen di Jawa Tengah dipicu karena turunnya pesanan ekspor, bukan akibat banjir produk impor.

img_title
VoxPop.co.id
30 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut