Piece Concept Vs Weight Concept, Lebih Nyaman Mana untuk Penumpang Pesawat?

Penumpang meletakan koper di bagasi pesawat.
Sumber :
  • U-Report

Jakarta, VoxPop – Bagi banyak penumpang pesawat, pengalaman terbang sudah dimulai sejak mereka merencanakan perjalanannya termasuk apa saja yang akan dibawa, berapa koper yang perlu disiapkan, hingga apakah bagasi mereka akan cukup saat tiba di bandara. Perjalanan udara hari ini ditegaskan tidak lagi hanya soal harga tiket dan jadwal penerbangan.

img_title Detik-detik Power Bank WN China Terbakar di Pesawat, Batik Air Ungkap Penyebabnya

Pembahasan mengenai konsep bagasi berbasis jumlah koper atau one piece baggage allowance jadi sorotan dalam konteks itu. Isu ini mengemuka seiring perubahan pola perjalanan masyarakat, terutama ketika aktivitas wisata, perjalanan keluarga, perjalanan kerja jarak jauh, hingga kebiasaan membawa oleh-oleh semakin menjadi bagian dari pengalaman bepergian.

Selama ini, sebagian besar penumpang lebih familiar dengan konsep bagasi berbasis berat total. Namun, dalam praktiknya, pendekatan tersebut tidak selalu sederhana bagi semua orang. Banyak penumpang harus menghitung ulang isi koper, membagi barang bawaan, atau menyesuaikan berat secara mendadak di area check-in. Situasi ini kerap menimbulkan pertanyaan sederhana: apakah aturan bagasi akan lebih mudah dipahami jika yang dihitung bukan hanya kilogram, tetapi juga jumlah koper?

img_title Powerbank Milik WN China Terbakar, Penumpang Pesawat Batik Air Makassar-Jakarta Panik

Dari sudut pandang industri, Pengamat transportasi udara Gatot Raharjo menilai bahwa tren global menunjukkan pengaturan bagasi tidak lagi hanya berbicara mengenai total berat, tetapi juga mengenai kepastian jumlah koper dengan batas berat tertentu per koper. Menurutnya, pendekatan seperti ini berpotensi memberikan pemahaman yang lebih sederhana bagi penumpang karena sejak awal mereka mengetahui berapa koper yang dapat dibawa.

"Dan berapa batas berat masing-masing koper," ujar Gatot dikutip Rabu, 8 Juli 2026.

img_title Produk UMKM Binaan Pertamina Bakal Tersedia di Seluruh Penerbangan Lokal Pelita Air

Hal senada juga terlihat dari pandangan pelaku industri perjalanan. Ketua Umum ASITA, Rusmiati, menilai konsep one piece baggage allowance dapat menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan maskapai. 

"Terutama jika implementasinya mampu menjawab kebutuhan penumpang jarak jauh atau mereka yang melakukan perjalanan dengan durasi lebih panjang,"tambahnya.

Namun, penerapan konsep ini tentu tidak bisa dilihat hanya dari sisi penumpang. Ada aspek operasional yang perlu dihitung secara matang, mulai dari proses check-in, pemilahan bagasi, pemuatan ke pesawat, penanganan oleh ground handling, hingga dampaknya terhadap efisiensi biaya dan keselamatan operasional. Karena itu, diskusi mengenai piece concept sebaiknya ditempatkan bukan sebagai perubahan teknis semata, melainkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengalaman terbang secara menyeluruh.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut