Bangun Ekonomi Pembiayaan yang Sehat, Pendanaan Berkelanjutan Jadi Kunci Ekspansi Bisnis di Era Digital

Ilustrasi Ekonomi
Sumber :
  • Pexels.com

Jakarta, VoxPop – Membangun ekonomi pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan menjadi salah satu fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan industri keuangan nasional. Di tengah meningkatnya kebutuhan pembiayaan digital, perusahaan pembiayaan dituntut tidak hanya memperluas ekspansi bisnis, tetapi juga memastikan pengelolaan pendanaan dilakukan secara bertanggung jawab agar mampu menjaga stabilitas industri dalam jangka panjang.

img_title Bos BCA Ungkap Pesan Khusus untuk Calon Perngganti Perry Warjiyo Jadi Gubernur BI

Untuk mencapai tujuan tersebut, pelaku industri perlu mengombinasikan berbagai sumber pendanaan, mulai dari pembiayaan berkelanjutan (sustainable finance), modal kerja, hingga investasi jangka panjang. Langkah ini dinilai mampu menciptakan pertumbuhan bisnis yang lebih stabil sekaligus memperluas akses keuangan kepada masyarakat.

Sejumlah strategi yang dapat mendukung terciptanya ekonomi pembiayaan yang sehat antara lain:

img_title Cetak Laba Rp 29,5 Triliun di Semester I-2026, Penyaluran Kredit BCA Tembus Rp 1.036 Triliun
  • Strategi Membangun Pembiayaan yang Berkelanjutan
  • Memanfaatkan pembiayaan berkelanjutan seperti Green Loan, Sustainability-Linked Loan (SLL), dan obligasi hijau (Green Bonds).
  • Mengoptimalkan fasilitas kredit investasi, kredit modal kerja, maupun pembiayaan syariah untuk menjaga likuiditas dan mendukung ekspansi usaha.
  • Mengakses pendanaan dari pasar modal melalui venture capital, private equity, hingga penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO).
  • Menjaga kesehatan keuangan perusahaan melalui pengelolaan rasio utang, diversifikasi sumber pendanaan, serta penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (ESG).
  • Penerapan strategi tersebut dinilai dapat memperkuat fondasi industri pembiayaan sekaligus mendukung peningkatan inklusi keuangan di Indonesia.

Sejalan dengan upaya tersebut, PT Indodana Multi Finance (Indodana Finance), perusahaan pembiayaan yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kembali memperkuat kemitraannya dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

img_title Bantah Pakai Dana APBN, Purbaya Pastikan Pendanaan Awal PFII Pakai Duit Investor

Melalui kerja sama terbaru, Indodana Finance memperoleh fasilitas pendanaan senilai Rp1,5 triliun untuk memperkuat sekaligus memperluas layanan Buy Now Pay Later (BNPL) melalui Indodana PayLater.

Pendanaan Rp1,5 Triliun Perkuat Ekspansi Indodana PayLater

Fasilitas pendanaan tersebut menjadi kelanjutan dari kemitraan strategis yang sebelumnya telah terjalin antara kedua perusahaan. Pendanaan ini diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan Indodana PayLater sehingga semakin banyak masyarakat di berbagai daerah memperoleh akses terhadap layanan keuangan digital.

Direktur Utama PT Indodana Multi Finance, Mira Wibowo, mengatakan keberhasilan kolaborasi pada tahap sebelumnya menjadi modal penting bagi perusahaan untuk melanjutkan ekspansi bisnis secara berkelanjutan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut