IHSG Berbalik Menguat ke Level 6.110, Investor Cermati Sinyal The Fed hingga Memanasnya Konflik Timur Tengah
- Antara
Selain faktor geopolitik, perhatian investor juga tertuju pada kebijakan bank sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve (The Fed).
Bank sentral AS memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya pada kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen. Namun, keputusan tersebut disertai sinyal hawkish yang cukup kuat serta menunjukkan perbedaan pandangan pejabat The Fed yang menjadi yang terlebar sejak 2016.
Kondisi tersebut membuat pelaku pasar memperkirakan kebijakan suku bunga tinggi masih akan bertahan lebih lama.
Di sisi lain, investor juga menunggu sejumlah data ekonomi penting Amerika Serikat, antara lain:
Klaim pengangguran mingguan.
Estimasi awal pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) riil kuartal II.
Data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) Juni yang diproyeksikan tumbuh 3,7 persen secara tahunan.
Rangkaian data tersebut diperkirakan akan menjadi acuan pasar dalam membaca arah kebijakan moneter The Fed pada periode berikutnya.
Eropa dan Asia Turut Menjadi Sorotan Pasar
Tidak hanya Amerika Serikat, kawasan Eropa juga menjadi perhatian investor global.
Pasar menunggu hasil rapat Bank of England (BoE) serta rilis data pertumbuhan ekonomi dan inflasi kawasan euro. Agenda tersebut dipandang penting karena dapat memberikan gambaran mengenai arah kebijakan suku bunga di kawasan Eropa yang masih menghadapi tekanan inflasi.
Sementara itu, bursa saham Asia-Pasifik memulai perdagangan Kamis dengan pergerakan yang bervariasi.
Indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,25 persen, sedangkan Topix turun 0,59 persen. Di Korea Selatan, Kosdaq terkoreksi 0,73 persen, namun indeks Kospi justru menguat 0,89 persen setelah mengalami penurunan tajam sehari sebelumnya.
Di Australia, indeks S&P/ASX 200 juga dibuka melemah 0,26 persen.
Sentimen pasar regional turut dipengaruhi oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 30 tahun yang melonjak 10 basis poin hingga menembus level 5,2 persen. Level tersebut merupakan yang tertinggi sejak 2007 dan menjadi respons pasar terhadap sikap hawkish The Fed.
Kinerja Emiten Teknologi AS Berjalan Berlawanan
Musim laporan keuangan emiten teknologi Amerika Serikat juga memberikan warna tersendiri terhadap sentimen pasar global.
Saham Meta Platforms terkoreksi sekitar 7 persen setelah perusahaan menyampaikan proyeksi pendapatan yang dinilai lebih rendah dari ekspektasi pasar. Kinerja tersebut juga tertekan oleh besarnya biaya investasi di bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
