Dorong Ekosistem Digitalisasi Pengadaan, ICEF-IPFE 2026 Pertemukan Pelaku Usaha dengan 15 Ribu Buyer Pemerintah
- istimewa.
Salah satu peserta yang kembali berpartisipasi dalam ICEF–IPFE 2026 adalah Mbizmarket, Lokapasar mitra LKPP RI menegaskan komitmen dalam mendukung transformasi digital pengadaan barang/jasa pemerintah melalui platform yang transparan, efisien, akuntabel, serta mendukung peningkatan pemanfaatan produk dalam negeri.
Melalui platform Mbizmarket, instansi pemerintah dapat melaksanakan proses pengadaan secara lebih mudah dan cepat. Selain memudahkan pencarian produk dalam negeri beserta informasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), platform ini juga mendukung kemudahan administrasi transaksi dan perpajakan sesuai ketentuan yang berlaku sehingga memberikan nilai tambah bagi pemerintah maupun penyedia.
“Keterlibatan Mbizmarket dalam ajang Indonesia Catalogue Expo and Forum (ICEF) selama tiga tahun berturut-turut merupakan wujud komitmen kami dalam mendukung transformasi pengadaan digital pemerintah. Bagi kami, ICEF adalah wadah strategis yang tidak hanya memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta, tetapi juga membuka akses yang lebih luas bagi para pelaku usaha untuk bergabung dalam ekosistem pengadaan pemerintah yang semakin efisien, transparan, dan inklusif”. ujar Ryn Hermawan, CEO & Co-Founder Mbizmarket.
Selain mendorong perluasan partisipasi pelaku usaha, transformasi pengadaan pemerintah juga perlu diiringi dengan percepatan digitalisasi sistem pembayaran agar ekosistem pengadaan menjadi semakin terintegrasi dari hulu hingga hilir. Oleh karena itu, kami berharap Kartu Kredit Indonesia (KKI) dapat menjadi salah satu instrumen pembayaran utama dalam mendukung digitalisasi transaksi pengadaan melalui kanal pembayaran pemerintah.
"Kami meyakini bahwa digitalisasi pembayaran tidak hanya akan meningkatkan efisiensi dan transparansi proses pengadaan, tetapi juga menghasilkan data transaksi yang lebih akurat, terdokumentasi dengan baik, dan mudah ditelusuri. Data tersebut akan menjadi fondasi penting bagi para pemangku kepentingan dalam memperkuat pengambilan keputusan, meningkatkan akuntabilitas, serta mewujudkan tata kelola pengadaan pemerintah yang semakin modern, efektif, dan berbasis data," imbuhnya.
Pameran menempati gross area seluas 1.800 meter persegi dengan area pameran 1.023 meter persegi. Sebanyak 50 booth akan diisi oleh 39 peserta pameran, terdiri atas 29 perusahaan dan 10 lembaga, yang menampilkan berbagai inovasi. Berbagai produk, layanan, dan solusi teknologi akan diperkenalkan sebagai bagian dari upaya mendukung transformasi pengadaan barang dan jasa pemerintah menuju sistem yang lebih efektif dan berkelanjutan.
