Indonesia Alami Defisit Neraca Perdagangan US$450 Juta di Bulan Juni 2026

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono
Sumber :
  • [Istimewa]

Jakarta, VoxPop – Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono melaporkan, neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2026 tercatat defisit sebesar US$450 juta, akibat tingginya impor dibandingkan ekspor nasional.

img_title Rupiah Menguat ke Rp 18.008, Pasar Cermati Indikator Ekonomi dari Inflasi hingga Neraca Dagang

Dimana, impor Juni 2026 tercatat mencapai US$25,91 miliar atau naik 34,27 persen secara year-on-year (yoy), dibandingkan dengan ekspor yang hanya mencapai US$25,46 miliar atau naik 8,84 persen (yoy).

"Neraca perdagangan barang pada Juni 2026 mengalami defisit sebesar US$0,45 miliar (US$450 juta)," kata Ateng dalam konferensi pers di kantor BPS, Jakarta, Rabu, 3 Agustus 2026.

img_title Dukung Pertumbuhan Sektor Otomotif RI, Bank Saqu Usung Program Selalu Cuan di GIIAS 2026

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono

Photo :
  • [tangkapan layar]

Dia menjelaskan, nilai ekspor migas yang tercatat sebesar US$1,07 miliar atau turun 3,78 persen, berbanding dengan nilai ekspor non-migas yang naik 9,46 persen dengan nilai sebesar US$24,39 miliar pada Juni 2026

img_title Samudera Indonesia Cetak Laba Bersih US$32,52 Juta di Semester I-2026

Ateng merinci, kenaikan nilai ekspor Juni 2026 utamanya didorong oleh ekspor non-migas dari beberapa komoditas, antara lain yakni bahan bakar mineral (HS27) naik 49,67 persen, nikel dan barang daripadanya (HS75) naik 69,30 persen, lemak minyak hewani/nabati (HS15) naik 10,45 persen.

Sementara nilai impor Juni 2026 yang mencapai US$25,91 miliar atau naik 34,27 persen (yoy), terdiri dari impor migas yang mencapai US$4,56 miliar atau naik 105,15 persen (yoy).

Sedangkan, nilai impor non-migas pada Mei 2026 tercatat mencapai US$21,35 miliar atau naik 25,05 persen (yoy).

Menurutnya, peningkatan impor Juni 2026 ini didorong oleh impor non-migas dengan andil sebesar 22,17 persen.

"Meski demikian, angka defisit neraca perdagangan pada Juni 2026 ini lebih rendah jika dibandingkan pada Mei 2026 yang sebesar US$1,61 miliar," ujarnya.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono

Didorong Makanan, Minuman dan Tembakau, BPS Catat Deflasi 0,14 Persen pada Juli 2026

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono melaporkan, terjadi deflasi sebesar 0,14 persen secara bulanan alias month-to-month (mtm) pada Juli 2026.

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut