Nilai Tukar Petani Meningkat 0,15 Persen di Juli 2026

Ilustrasi petani
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, VoxPop – Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono melaporkan, Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Juli 2026 tercatat sebesar 127,84, atau naik 0,15 persen dibanding Juni 2026.

img_title Didorong Makanan, Minuman dan Tembakau, BPS Catat Deflasi 0,14 Persen pada Juli 2026

Hal itu disampaikan Ateng dalam konferensi pers Berita Resmi Statistik uang diselenggarakan di kantor BPS, kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat.

"Kondisi ini disebabkan oleh penurunan indeks harga yang dibayar petani (Ib) sebesar 0,25 persen, masih lebih dalam dari penurunan indeks harga yang diterima petani (It) sebesar 0,10 persen," kata Ateng, Senin, 3 Agustus 2026.

img_title Inflasi Tahunan Juli 2026 Diperkirakan Melandai ke 3,08 Persen, Simak Indikatornya

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono

Photo :
  • [Istimewa]

Selain itu, Ateng menyampaikan bahwa BPS juga turut mencatat kenaikan rata-rata harga beras di setiap tingkatan pada bulan Juli 2026.

img_title Ekonom Perkirakan Inflasi Bulanan Juli 2026 Melambat ke 0,03 Persen, Cek Analisanya

Dimana pada tingkat penggilingan, terjadi kenaikan harga sebesar 0,94 persen secara month-to-month (mtm).

"Sementara di tingkat grosir tercatat naik 0,61 persen dan eceran naik 0,49 persen," ujarnya.

Diketahui, sebelumnya Ateng juga telah melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2026 tercatat defisit sebesar US$450 juta, akibat tingginya impor dibandingkan ekspor nasional.

Dimana, impor Juni 2026 tercatat mencapai US$25,91 miliar atau naik 34,27 persen secara year-on-year (yoy), dibandingkan dengan ekspor yang hanya mencapai US$25,46 miliar atau naik 8,84 persen (yoy).

"Neraca perdagangan barang pada Juni 2026 mengalami defisit sebesar US$0,45 miliar (US$450 juta)," kata Ateng dalam konferensi pers di kantor BPS, Jakarta, Rabu, 3 Agustus 2026.

Dia menjelaskan, nilai ekspor migas yang tercatat sebesar US$1,07 miliar atau turun 3,78 persen, berbanding dengan nilai ekspor non-migas yang naik 9,46 persen dengan nilai sebesar US$24,39 miliar pada Juni 2026

Ateng merinci, kenaikan nilai ekspor Juni 2026 utamanya didorong oleh ekspor non-migas dari beberapa komoditas, antara lain yakni bahan bakar mineral (HS27) naik 49,67 persen, nikel dan barang daripadanya (HS75) naik 69,30 persen, lemak minyak hewani/nabati (HS15) naik 10,45 persen.

Sementara nilai impor Juni 2026 yang mencapai US$25,91 miliar atau naik 34,27 persen (yoy), terdiri dari impor migas yang mencapai US$4,56 miliar atau naik 105,15 persen (yoy). Sedangkan, nilai impor non-migas pada Mei 2026 tercatat mencapai US$21,35 miliar atau naik 25,05 persen (yoy).

Menurutnya, peningkatan impor Juni 2026 ini didorong oleh impor non-migas dengan andil sebesar 22,17 persen.

"Meski demikian, angka defisit neraca perdagangan pada Juni 2026 ini lebih rendah jika dibandingkan pada Mei 2026 yang sebesar US$1,61 miliar," ujarnya.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono

Indonesia Alami Defisit Neraca Perdagangan US$450 Juta di Bulan Juni 2026

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada bulan Juni 2026 tercatat defisit sebesar US$450 juta.

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut