BGN Luruskan Isu 13.000 Dapur MBG Dibuka Sekaligus, Pekan Depan Baru 300 SPPG Mulai Beroperasi

Kepala BGN, Sudaryono
Sumber :
  • Dok. Humas BGN

Jakarta, VoxPop – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono meluruskan informasi yang beredar mengenai pembukaan 13.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan angka tersebut bukan berarti seluruh dapur akan mulai beroperasi dalam waktu dekat.

img_title BGN Beri Batas Waktu Dapur MBG Urus SLHS hingga 10 Agustus 2026

Menurut Sudaryono, sebanyak 13.000 lebih SPPG yang dimaksud merupakan keseluruhan data titik dapur yang telah tercatat oleh BGN dengan status yang berbeda-beda. Sebagian masih berupa titik lokasi yang direncanakan, sementara sebagian lainnya telah selesai dibangun dan siap memasuki tahap operasional.

Pernyataan itu disampaikan Sudaryono untuk meluruskan persepsi publik yang berkembang setelah muncul anggapan bahwa pemerintah akan langsung membuka 13.000 dapur MBG dalam waktu bersamaan.

img_title Kepala BGN Ungkap Penyebab Siswa di Jayapura Keracunan MBG: SPPG Masak Terlalu Awal

"Jadi sempat ramai Pak Menko ada pernyataan seolah-olah kita membuka segera 13.000 dapur, bukan. Jadi, sudah ada di data kita sekitar 13.000 lebih dapur yang ada statusnya ada semua. Ada yang baru titik, ada juga yang sudah selesai," ujar Sudaryono dalam konferensi pers di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Kamis, 6 Agustus 2026.

Sekitar 1.700 Dapur Sudah Siap Beroperasi

img_title Sudaryono Dorong Petani Beralih ke Teknologi Modern, Anak Muda Diajak Terjun ke Pertanian

BGN saat ini masih melakukan pencocokan atau overlay data bersama Kementerian Kesehatan untuk menentukan wilayah yang menjadi prioritas pengoperasian dapur MBG. Penentuan lokasi dilakukan berdasarkan tingkat kebutuhan, terutama daerah yang memiliki angka stunting tinggi hingga sangat tinggi.

Wilayah seperti Nusa Tenggara Timur (NTT) dan sejumlah daerah di Papua menjadi fokus utama pemerintah dalam tahap awal pelaksanaan program tersebut.

Sudaryono menjelaskan, berdasarkan hasil pencocokan data sementara, terdapat sekitar 1.700 dapur yang telah selesai dibangun dan siap beroperasi. Seluruh dapur tersebut berada di wilayah yang memiliki tingkat stunting tinggi sehingga menjadi prioritas dalam pelaksanaan program MBG.

"Ini insyaallah di minggu depan ini kita pelan-pelan kita rilis yang sudah siap ini. Dari data overlay tadi ada sekitar 1.700 data atau dapur yang sudah siap, sudah jadi, tinggal operasional yang berada di daerah dengan stunting tinggi dan tinggi sekali," katanya.

Pekan Depan Baru Sekitar 300 SPPG Diaktifkan

Meski telah terdapat sekitar 1.700 dapur yang siap digunakan, BGN tidak akan langsung mengoperasikan seluruhnya secara bersamaan. Pemerintah memilih menjalankan proses aktivasi secara bertahap agar pelaksanaan program dapat berjalan optimal.

Pada tahap pertama yang dijadwalkan berlangsung pekan depan, sekitar 300 SPPG akan mulai dioperasikan. Setelah itu, jumlah dapur yang aktif akan terus bertambah secara bertahap pada pekan-pekan berikutnya.

Sementara itu, ribuan titik dapur lain yang belum masuk kategori prioritas akan tetap dipersiapkan dan disisir sesuai kebutuhan di masing-masing wilayah.

"Nah nanti ini kita bertahap kita bereskan, nanti insyaallah mungkin minggu depan kita ada sekitar 300-an kita aktivasi, minggu depannya lagi sehingga 13.000 ini kemudian yang memang belum perlu, yang ini kita sisir semua," ujar Sudaryono.

Pendekatan bertahap tersebut dilakukan agar distribusi layanan MBG dapat difokuskan terlebih dahulu pada daerah yang membutuhkan intervensi gizi secara mendesak.

Zulhas Bagi Penanganan 13.000 SPPG Berdasarkan Prioritas

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas juga menjelaskan arah penanganan terhadap sekitar 13.000 titik SPPG yang menjadi perhatian publik.

Menurutnya, pemerintah membagi penanganan dapur MBG ke dalam dua kategori utama berdasarkan tingkat prioritas wilayah. Daerah tertinggal dan wilayah dengan angka stunting tinggi menjadi sasaran utama percepatan penyelesaian.

Wilayah seperti Papua, Papua Pegunungan, dan Nusa Tenggara Timur masuk dalam kelompok prioritas karena berada di zona dengan tingkat stunting yang tinggi.

"Itu nasibnya bagaimana? Kita bagi dua, yang daerah tertinggal, yang tadi digambarkan oleh Mas Dar (Kepala BGN) dan Menkes itu stuntingnya tinggi, kalau di peta itu daerah merah, itu prioritas. Misalnya ya, Papua Pegunungan, NTT, Papua-Papua dan NTT. Nah ini kita akan selesaikan sebulan ini," kata Zulhas dalam konferensi pers di Jakarta Pusat pada Rabu, 29 Juli 2026.

Pemerintah menargetkan penyelesaian operasional dapur MBG di wilayah prioritas tersebut dapat dilakukan dalam waktu sekitar satu bulan agar manfaat program Makan Bergizi Gratis segera dirasakan masyarakat. 

Menko Zulhas (tengah)

Menko Zulhas Sebut Ponpes Bisa Bangun Dapur MBG, Ini Syaratnya

Pemerintah mengizinkan pondok pesantren (ponpes) dan sekolah berbasis keagamaan berasrama untuk membangun dan mengelola SPPG atau dapur MBG secara mandiri.

img_title
VoxPop.co.id
6 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut