Sudaryono Dorong Petani Beralih ke Teknologi Modern, Anak Muda Diajak Terjun ke Pertanian
- Humas BGN
VoxPop – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) sekaligus Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Sudaryono, menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi modern dalam sektor pertanian untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menarik minat generasi muda menjadi petani.
Pernyataan tersebut disampaikan Sudaryono saat menghadiri kegiatan Temu Tani di Taman Edukasi D'Embung Park Pandanmulyo, Malang, Jawa Timur beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan itu, ia menilai modernisasi alat pertanian menjadi salah satu langkah strategis untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.
Menurut Sudaryono, penggunaan alat pertanian modern seperti mesin panen dan mesin olah tanah mampu membantu petani bekerja lebih efektif dan efisien sehingga berdampak pada peningkatan hasil produksi serta kesejahteraan mereka.
Selain meningkatkan produktivitas, Sudaryono menilai modernisasi pertanian juga menjadi kunci untuk mengubah cara pandang generasi muda terhadap profesi petani. Menurutnya, sektor pertanian harus mampu mengikuti perkembangan teknologi agar lebih menarik bagi kalangan muda.
"Kalau untuk membangkitkan anak-anak muda ini menjadi petani, ini perlu support kekinian, yang modern, mungkin seperti drone, mungkin seperti alat pertanian yang agak canggih," kata Sudaryono dalam keterangan tertulis, Kamis, 6 Agustus 2026.
Ia menambahkan, pemerintah melalui Kementerian Pertanian terus mendorong penggunaan teknologi dalam berbagai aktivitas pertanian sebagai bagian dari transformasi sektor pangan nasional. Kehadiran alat pertanian modern diharapkan mampu membantu petani mengurangi beban kerja sekaligus meningkatkan efisiensi proses budidaya hingga panen.
Sudaryono menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan penyaluran bantuan mesin panen dan alat olah tanah kepada ratusan petani yang tergabung dalam 50 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Yayasan STAPA Center dan HKTI.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, organisasi petani, dan sektor swasta menjadi faktor penting dalam mempercepat adopsi teknologi di sektor pertanian. Dengan kolaborasi tersebut, petani diharapkan memperoleh akses terhadap peralatan yang lebih modern sehingga mampu meningkatkan daya saing hasil pertanian.
