BPS Ungkap Haji 2026 Sumbang Rp8,78 Triliun ke Ekonomi RI, Belanja Jamaah Masih Banyak Mengalir ke Arab Saudi
- VoxPop.co.id/Sherly (Tangerang)
Berdasarkan perhitungan BPS, apabila konsumsi domestik mencapai 50 hingga 60 persen dari total pengeluaran jamaah, maka kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia dapat meningkat menjadi sekitar Rp14,63 triliun hingga Rp17,55 triliun.
Produk Indonesia Mulai Digunakan di Arab Saudi
Amalia mengatakan komponen konsumsi domestik kini tidak hanya berasal dari aktivitas ekonomi yang berlangsung di Indonesia.
Menurutnya, sejumlah produk asal Indonesia juga telah digunakan untuk mendukung penyelenggaraan ibadah haji di Arab Saudi, sehingga tetap dihitung sebagai bagian dari konsumsi domestik.
Salah satu contohnya adalah penggunaan bumbu masakan asal Indonesia di dapur penyedia konsumsi jamaah haji.
"Ada juga yang sudah dicek oleh para petugas dan pengawas haji kami. Waktu mereka mengecek ke dapur, bumbu-bumbu yang mereka gunakan juga sudah dari Indonesia sehingga ini sudah kami masukkan di dalam kalkulasi yang 30 persen," katanya.
Belanja Oleh-oleh Jadi Pengeluaran Terbesar Jamaah
Di sisi lain, BPS mencatat sekitar 70 persen dari total pengeluaran jamaah masih digunakan untuk membeli barang dan jasa di Arab Saudi, termasuk berbagai kebutuhan pribadi selama menjalankan ibadah.
Pengeluaran pribadi jamaah haji Indonesia sepanjang musim haji 2026 tercatat mencapai Rp4,25 triliun, yang terdiri atas:
- Haji Reguler: Rp3,39 triliun
- Haji Khusus: Rp857,3 miliar
Dari total pengeluaran pribadi tersebut, belanja oleh-oleh menjadi pos terbesar.
Rinciannya sebagai berikut:
- Belanja oleh-oleh: Rp1,96 triliun (46,1 persen dari total pengeluaran pribadi)
- Makanan tambahan, jajanan, dan minuman: Rp542,6 miliar
- Pembayaran DAM (720 SAR): Rp559,9 miliar
- Obat-obatan: Rp743,3 miliar
- Transportasi selama di Arab Saudi: Rp257,4 miliar
- Paket data dan internet: Rp86,2 miliar
Besarnya nilai belanja oleh-oleh menunjukkan hampir separuh pengeluaran pribadi jamaah Indonesia digunakan untuk membeli berbagai produk dari Tanah Suci.
Belanja Jamaah Turut Gerakkan Ekonomi Arab Saudi
Amalia menegaskan sebagian besar pengeluaran tersebut memang dilakukan selama jamaah berada di Arab Saudi sehingga memberikan dampak langsung terhadap perekonomian negara tersebut.
Beberapa kebutuhan, seperti pembayaran DAM, tidak dapat dilakukan di Indonesia karena berkaitan langsung dengan pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Demikian pula dengan aktivitas membeli oleh-oleh yang mayoritas dilakukan di Arab Saudi.
