Danantara Pangkas Ratusan Perusahaan BUMN, Dony Oskaria Target Tinggal 250 Entitas
- [Istimewa]
Jakarta, VoxPop – Badan Pengelola Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) bersama Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara terus mempercepat transformasi perusahaan pelat merah melalui program streamlining atau penyederhanaan struktur perusahaan. Langkah ini dilakukan untuk membangun ekosistem BUMN yang lebih ramping, efektif, dan efisien.
Kepala BP BUMN yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengatakan proses konsolidasi akan memangkas ratusan perusahaan sehingga jumlah entitas BUMN menjadi jauh lebih sedikit dibandingkan saat ini.
Menurutnya, setelah seluruh proses transformasi selesai, pemerintah menargetkan hanya akan memiliki sekitar 250 perusahaan BUMN.
"Kurang lebih nanti total yang akan kita selesaikan itu 652 perusahaan yang akan hilang. Dan sehingga nanti kita hanya akan punya 250 perusahaan," ujar Dony dalam keterangan resminya, Jumat, 7 Agustus 2026.
Danantara Percepat Streamlining BUMN
Program streamlining menjadi salah satu agenda utama transformasi BUMN yang dijalankan BP BUMN bersama Danantara.
Melalui kebijakan tersebut, pemerintah melakukan penataan terhadap berbagai entitas usaha agar struktur perusahaan menjadi lebih sederhana dan pengelolaannya lebih efisien.
Dony mengungkapkan proses tersebut telah menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga saat ini, sebanyak 274 entitas telah menjalani penataan sebagai bagian dari transformasi BUMN.
"Kami laporkan sebelumnya bagaimana kami melakukan streamlining. Nah, resultnya sekarang sudah 274 perusahaan yang kita lakukan streamlining," katanya.
Proses ini akan terus dilanjutkan hingga target penyederhanaan struktur perusahaan BUMN dapat tercapai.
Transformasi BUMN Dilaporkan ke Utusan Khusus Presiden
Dony juga mengungkapkan dirinya telah menggelar pertemuan bersama Utusan Khusus Presiden untuk membahas perkembangan transformasi BUMN.
Dalam pertemuan tersebut, BP BUMN memaparkan capaian program streamlining sekaligus berbagai dampak positif yang mulai dirasakan oleh sejumlah perusahaan pelat merah setelah proses konsolidasi dilakukan.
Transformasi tersebut diharapkan dapat memperkuat tata kelola perusahaan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional di lingkungan BUMN.
Sejumlah BUMN Jalani Konsolidasi
Program penyederhanaan perusahaan juga telah menyasar sejumlah BUMN besar di berbagai sektor.
Beberapa perusahaan yang masuk dalam proses konsolidasi antara lain:
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang akan memangkas 34 anak usaha.
- Indonesia Financial Group (IFG) sebagai holding BUMN Asuransi, Penjaminan, dan Investasi yang akan disederhanakan menjadi 12 entitas bisnis.
- PT Pupuk Indonesia (Persero) yang akan mengurangi jumlah entitas usahanya dari 42 perusahaan menjadi 15 perusahaan.
Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menciptakan struktur perusahaan yang lebih fokus terhadap bisnis inti serta mengurangi tumpang tindih fungsi antarentitas.
Target Tersisa 250 Perusahaan BUMN
Menurut Dony, transformasi yang sedang dijalankan bukan sekadar mengurangi jumlah perusahaan, tetapi juga membangun sistem pengelolaan BUMN yang lebih efektif.
Dengan penyederhanaan struktur organisasi, pemerintah berharap proses pengambilan keputusan menjadi lebih cepat, koordinasi antarperusahaan lebih baik, serta efisiensi operasional dapat terus meningkat.
Melalui program streamlining tersebut, BP BUMN bersama BPI Danantara menargetkan jumlah perusahaan BUMN yang saat ini mencapai ratusan dapat dipangkas secara bertahap hingga akhirnya hanya menyisakan sekitar 250 entitas sebagai bagian dari transformasi pengelolaan perusahaan milik negara.
