Cadangan Devisa Juli 2026 Capai US$145,3 Miliar, BI: Setara Pembiayaan 5,5 Bulan Impor

Gedung Bank Indonesia.
Sumber :
  • REUTERS/Iqro Rinaldi

Jakarta, VoxPop Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2026 tetap terjaga sebesar US$145,3 miliar.

img_title Bank Indonesia Catat Uang Primer Tembus Rp2.254,5 Triliun pada Juli 2026, Tumbuh 17,1 Persen

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso memastikan, posisi cadangan devisa itu relatif stabil dibandingkan dengan posisi akhir Juni 2026 sebesar US$145,6 miliar.

"Perkembangan posisi cadangan devisa Juli 2026 tersebut dipengaruhi terutama oleh penerimaan pajak dan jasa serta penerbitan global bond pemerintah," kata Ramdan dalam keterangannya, Jumat, 7 Agustus 2026.

img_title BI Catat Transaksi QRIS Semester I-2026 Capai 12,55 Miliar, Nilainya Tembus Rp 600 Triliun

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso

Photo :
  • VoxPop.co.id/Anisa Aulia

Pengaruh lainnya datang dari pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia, sebagai respons terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang kembali meningkat.

img_title Bank Indonesia Proyeksikan Ekonomi RI Tetap Tumbuh hingga 5,7 Persen pada 2026 Meski Kuartal II Melambat

Dia menambahkan, posisi cadangan devisa pada akhir Juli 2026 setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

"Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal, serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," ujar Ramdan.

Ke depan, Bank Indonesia meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik, didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai.

Serta, didukung pula oleh aliran masuk modal asing, sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.

"Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal, guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," ujarnya.

ilustrasi perumahan (dok: BP Tapera)

Survei BI: Harga Properti Residensial Masih Naik pada Kuartal II 2026, Penjualan Rumah Mulai Pulih

Bank Indonesia mencatat harga properti residensial di pasar primer naik 0,69 persen pada kuartal II 2026. Penjualan rumah mulai membaik meski masih kontraksi.

img_title
VoxPop.co.id
7 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut