Investasi Semester I-2026 Naik 11,85 Persen, Industri TPT Tumbuh 6,36 Persen
- Istimewa.
Kinerja perdagangan industri tekstil dan pakaian jadi juga tetap positif. Nilai ekspor kumulatif Januari–Mei 2026 mencapai US$4,85 miliar, naik 1,57 persen dibandingkan US$4,77 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada saat bersamaan, impor meningkat dari US$3,41 miliar menjadi US$3,58 miliar. Industri tekstil dan pakaian jadi masih membukukan surplus perdagangan sekitar US$1,27 miliar, meskipun lebih rendah dibandingkan surplus sekitar US$1,37 miliar pada Januari–Mei 2025.
Ian menilai pertumbuhan ekspor menunjukkan bahwa produk tekstil dan pakaian jadi Indonesia tetap memiliki daya saing di pasar internasional. Namun, peningkatan impor yang lebih cepat daripada ekspor perlu menjadi perhatian.
“Surplus US$1,27 miliar membuktikan bahwa industri TPT masih menjadi penghasil devisa. Akan tetapi, kita tidak boleh mengabaikan fakta bahwa impor tumbuh lebih cepat dan surplus mengalami penyempitan. Karena itu, peningkatan ekspor harus dibarengi penguatan pasar domestik serta pengawasan terhadap impor ilegal dan praktik perdagangan tidak sehat,” tegas Ian.
Menurutnya, pemanfaatan perjanjian perdagangan internasional, termasuk akses ke pasar Amerika Serikat, Uni Eropa, dan negara-negara mitra lainnya, harus diarahkan untuk meningkatkan pesanan serta memperluas pasar produk tekstil dan pakaian jadi Indonesia.
Peran strategis industri tekstil dan pakaian jadi juga terlihat dari besarnya penyerapan tenaga kerja. Berdasarkan data Sakernas yang diolah, jumlah pekerja pada industri tekstil dan pakaian jadi mencapai sekitar 3,86 juta orang.
Dari jumlah tersebut, sekitar 1,01 juta orang bekerja pada industri tekstil dan sekitar 2,84 juta orang bekerja pada industri pakaian jadi. Besarnya tenaga kerja tersebut menempatkan industri TPT sebagai salah satu sektor manufaktur padat karya terpenting di Indonesia.
“Di balik setiap angka pertumbuhan dan investasi terdapat jutaan keluarga yang bergantung pada keberlangsungan industri ini. Karena itu, menjaga daya saing industri TPT bukan hanya kepentingan perusahaan, tetapi juga bagian dari upaya mempertahankan dan menciptakan lapangan kerja,” kata Ian.
Momentum Konsolidasi Pemerintah dan Industri
Ian menilai pencapaian pada 2026 merupakan hasil dari upaya bersama pemerintah dan pelaku usaha dalam menjaga aktivitas produksi, investasi, perdagangan, dan penyerapan tenaga kerja di tengah perubahan pasar global.
