Mendag Budi Santoso Ungkap Ancaman Perdagangan Dunia, Ajak BRICS Perkuat Kolaborasi

Menteri Perdagangan, Budi Santoso
Sumber :
  • [Istimewa]

Jakarta, VoxPop – Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso mengajak negara-negara anggota BRICS memperkuat kolaborasi untuk menghadapi perubahan lanskap perdagangan global yang semakin penuh ketidakpastian.

img_title Mendag Busan Kenang Rachmat Gobel Motor Ekspor dan Industri Nasional

Ajakan tersebut disampaikan Budi dalam Pertemuan Tingkat Menteri BRICS atau BRICS Trade Ministers' Meeting (TMM) yang berlangsung di Jaipur, India, Jumat, 7 Agustus 2026.

Menurut Budi, kebutuhan negara-negara BRICS untuk memperkuat kerja sama semakin penting di tengah kondisi sistem perdagangan dunia berbasis aturan (rules-based trading system) yang dinilai semakin tergerus. Pada saat bersamaan, ekonomi global juga menghadapi fragmentasi yang semakin kuat.

img_title Sidak Pasar Manis Purwokerto, Mendag Janji Bakal Jaga Pasokan & Harga Bahan Pokok

Budi mempertanyakan apakah negara-negara dunia akan merespons kondisi tersebut dengan membangun perlindungan yang semakin tinggi atau justru mencari cara baru untuk memperkuat kolaborasi.

"Pertanyaannya adalah apakah kita akan beradaptasi dengan membangun tembok yang lebih tinggi, atau justru menemukan cara baru untuk berkolaborasi. Indonesia menantikan kolaborasi dengan seluruh mitranya dengan mengedepankan keterbukaan, rasa percaya diri, dan komitmen yang solid dalam menjalin kemitraan," kata Budi melalui keterangan di Jakarta, Sabtu, 8 Agustus 2026.

img_title Jaga Stabilitas Harga, Mendag Bakal Naikkan Distribusi Minyakita hingga 50 Persen

Krisis Global Bikin Integrasi Ekonomi Rentan

Budi mengatakan berbagai krisis yang terjadi dalam dua dekade terakhir semakin menunjukkan kerentanan integrasi global. Krisis tersebut mencakup sektor finansial, kesehatan, energi hingga geopolitik.

Menurut dia, situasi global juga ditandai dengan langkah sejumlah negara besar yang mulai menggunakan integrasi ekonomi, tarif, infrastruktur finansial, serta rantai pasok sebagai alat tekanan.

Kondisi tersebut turut mendorong munculnya integrasi ekonomi yang semakin terpolarisasi. Di sisi lain, berbagai persoalan yang dihadapi Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) hingga kini belum terselesaikan.

Situasi itu membuat banyak negara mengembangkan perlindungan strategis untuk mengamankan sejumlah kepentingan penting, termasuk energi, pangan, mineral kritis, dan rantai pasok.

Budi menilai langkah tersebut merupakan respons yang wajar dari negara-negara untuk melindungi kepentingannya. Namun, menurut dia, setiap negara tetap perlu memperhitungkan risiko yang muncul apabila dunia semakin terpecah.

"Kita harus tetap melihat risiko di balik itu. Dunia bisa menjadi semakin terpecah, rapuh, dan sulit menghadapi tantangan bersama," ujarnya.

Indonesia Tetap Optimistis di Tengah Ketidakpastian

Di tengah berbagai tantangan perdagangan global tersebut, Budi mengatakan Indonesia tetap berdiri tegak menghadapi ketidakpastian dunia.

Optimisme tersebut, menurut dia, terlihat dari sejumlah potensi yang dimiliki Indonesia. Salah satunya adalah pasar domestik yang terus tumbuh, ditambah tenaga kerja muda dan produktif serta sumber daya alam yang melimpah.

Potensi tersebut juga didukung oleh komitmen pemerintah dalam menjalankan sejumlah agenda strategis. Di antaranya hilirisasi, penguatan ketahanan pangan, serta perluasan akses pasar.

Selain itu, Indonesia telah menyelesaikan berbagai perjanjian perdagangan bebas dengan sejumlah mitra strategis. Penjajakan dan implementasi perjanjian dagang tersebut diarahkan untuk terus memperluas hubungan perdagangan Indonesia dengan berbagai negara di dunia.

Indonesia Dorong Perdagangan yang Lebih Tangguh

Budi menegaskan Indonesia ingin menggabungkan kerja sama multilateral yang kuat dengan kemitraan praktis di bidang perdagangan.

Menurutnya, kombinasi tersebut diperlukan agar kerja sama antarnegara tidak berhenti pada komitmen, tetapi dapat menghasilkan capaian yang nyata.

"Bagi Indonesia, ini berarti memadukan kerja sama multilateral yang kuat dengan kemitraan praktis di bidang perdagangan untuk menghasilkan capaian yang nyata. Bersama-sama, kami dapat membangun jaringan perdagangan, investasi, dan ekonomi yang tangguh sehingga mampu menghadapi tantangan dan menyambut peluang di masa depan," kata Budi Santoso.

Melalui pendekatan tersebut, Indonesia menilai jaringan perdagangan, investasi, dan ekonomi yang tangguh dapat menjadi salah satu cara untuk menghadapi perubahan lanskap ekonomi global sekaligus memanfaatkan peluang yang muncul di masa mendatang. 

Menaker Yassierli.

Menaker Yassierli Ajak Negara Anggota BRICS Petakan Kebutuhan Tenaga Kerja Masa Depan

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengusulkan agar negara-negara anggota BRICS bersama-sama memperkuat pemetaan kebutuhan keterampilan tenaga kerja di masa depan.

img_title
VoxPop.co.id
16 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut