Kena Semprot Lagi, AFC Sebut Liga Malaysia Gagal Jadi Liga Profesional dan Terancam Tertinggal di Asia Tenggara
- Dok. AFC
Pasalnya, profesionalisasi yang berjalan setengah hati berisiko menciptakan kompetisi yang rapuh secara finansial, sulit menarik sponsor, serta kehilangan kepercayaan dari suporter dalam jangka panjang.
Di tengah pesatnya perkembangan sejumlah liga regional, seperti Thai League dan Liga 1 Indonesia yang terus berbenah dari sisi komersial maupun tata kelola, stagnasi dapat membuat sebuah kompetisi tertinggal jauh dalam perebutan investasi, pemain berkualitas, hingga daya tarik pasar.
Kondisi yang dialami Liga Malaysia saat ini menunjukkan bahwa perubahan status kompetisi menjadi liga profesional belum cukup tanpa diiringi pembenahan menyeluruh di level klub maupun pengelolaan kompetisi. Tanpa perbaikan signifikan, Liga Malaysia berpotensi semakin tertinggal dari kompetisi lain di kawasan yang lebih cepat berbenah secara profesional.
