Bos Dewa United Inisiasi Yayasan Peduli Atlet, Soroti Kisah Pilu Pahlawan Olahraga
- Istimewa
VoxPop – Pemilik Dewa United, Jerry Hermawan Lo, kembali menyoroti pentingnya perhatian terhadap nasib atlet setelah pensiun. Hal itu ia sampaikan dalam rangkaian acara “Clash of Legends” di Ballroom Fairmont Hotel, Jakarta, Jumat lalu
Momen tersebut terasa istimewa karena dihadiri sejumlah legenda sepak bola dunia seperti Ronaldo Nazario, Patrick Kluivert, dan Rivaldo. Kehadiran mereka merupakan bagian dari agenda menuju laga eksibisi di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Dalam sambutannya, Jerry menekankan bahwa profesi atlet memiliki masa produktif yang relatif singkat. Ia menyoroti kenyataan bahwa tidak sedikit atlet yang justru menghadapi kesulitan ekonomi setelah pensiun.
Ia kemudian menyinggung kisah mendiang Verawaty Fajrin, juara dunia bulu tangkis 1980, yang sempat menjual raketnya untuk biaya pengobatan sebelum wafat pada 2021. Selain itu, ia juga menyoroti perjalanan hidup Ellyas Pical, hingga atlet dayung Leni Haini, serta mantan kiper timnas Kurnia Meiga.
"Atlet Indonesia tak boleh lagi di hari tuanya hidup nestapa," kata Jerry di hadapan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kasum TNI Letjen TNI Richard Tampubolon, dan Ketua Umum PSSI Erick Thohir.
Sebagai langkah konkret, Jerry menyatakan komitmennya untuk membentuk Yayasan Merah Putih Peduli Atlet. Ia bahkan siap memberikan kontribusi awal untuk mendukung gerakan tersebut.
“Mungkin dengan himbauan malam ini, saya siap berdiri di baris paling depan untuk membentuk asosiasi ataupun yayasan Merah Putih Peduli Atlet. Saya berdiri paling depan, saya sumbang pertama Rp500 juta. Tolong yayasan kelola uangnya dengan baik, cari atlet-atket yang terlantar, nanti kita biayain," Jerry menambahkan.
Selain isu olahraga, Jerry juga dikenal aktif di sektor lain, termasuk ketahanan pangan. Melalui berbagai inisiatif, ia mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kemandirian pangan nasional.
Ia optimistis Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang di sektor tersebut.
"Saya berkeyakinan, lima tahun ke depan kita tidak hanya swasembada pangan. Tetapi juga menjadi eksportir pangan dunia. Kita akan menjadi lumbung pangan dunia," serunya dengan lantang.
