Tendangan ‘Kungfu’ Gegerkan Sepakbola Indonesia, Sahroni Desak Pelaku Diusut Pidana

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Andri Mardiansyah (Padang)

VoxPop – Kompetisi Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 U-20 mendadak jadi sorotan tajam pencinta sepakbola Nasional. Bukan karena kualitas permainan, melainkan aksi kekerasan yang mencoreng wajah sepak bola usia muda Indonesia.

img_title Jenderal Sigit soal Isu Pergantian Kapolri: Itu Hak Prerogatif Presiden

Laga panas antara Bhayangkara FC U-20 kontra Dewa United U-20 pada matchday ke-33 di Stadion Citarum, Minggu 19 April 2026, berakhir dengan kericuhan antar pemain. Situasi memanas usai tuan rumah menelan kekalahan, yang diduga memicu emosi para pemain Bhayangkara FC U-20.

Namun yang paling menyita perhatian publik adalah aksi brutal salah satu pemain Bhayangkara FC U-20 yang melakukan tendangan “kungfu” ke arah pemain lawan. Rekaman kejadian tersebut langsung viral di media sosial dan menuai kecaman luas dari netizen.

img_title DPR-Pemerintah Pastikan Tak Ada PHK Bagi PPPK di Daerah

Sorotan tajam juga datang dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni. Ia mengaku sangat kecewa dengan insiden tersebut dan menilai tindakan itu sudah melampaui batas pelanggaran biasa dalam sepak bola.

Menurutnya, aksi tersebut bukan lagi sekadar pelanggaran fair play, melainkan sudah masuk kategori tindak pidana.

img_title Sahroni Tegaskan DPR Belum Terima Surpres Pergantian Kapolri

“Tindakan yang dilakukan Fadly Alberto ini tidak bisa ditoleransi. Ini bukan lagi soal pelanggaran fair play, tapi sudah masuk kategori penganiayaan, jadi harus diusut pidananya," kata Sahroni.

"Ada unsur kesengajaan yang sangat jelas, apalagi dilakukan di luar konteks permainan dan setelah pertandingan berakhir. Kita semua bisa melihat arah dan tujuan tindakannya dan ini yang harus ditindak tegas,” ujar Sahroni dalam keterangannya.

Pernyataan tersebut semakin mempertegas bahwa kasus ini tidak hanya menjadi urusan federasi atau operator liga, tetapi juga bisa merambah ke ranah hukum.

Lebih lanjut, Sahroni juga meminta pihak Bhayangkara FC untuk mengambil langkah tegas terhadap oknum pemain yang terlibat. Ia menilai, sikap klub akan menjadi cerminan komitmen dalam menjaga marwah olahraga.

“Maka saya minta Bhayangkara FC sangat mempertimbangkan untuk memecat yang bersangkutan. Jangan sampai kejadian seperti ini dianggap biasa. Kalau dibiarkan, sepak bola kita akan diisi kekerasan, bukan sportivitas dan hiburan. Kita harus tegas menindak berbagai”

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut