Kisah Legendaris: Timnas Indonesia Pecundangi Korea Selatan di Piala Asia U-23, Perayaan Suporter Viral di Media Sosial
- pssi.org
Kiper Ernando Ari juga tampil luar biasa. Selain ikut mencetak gol dalam adu penalti, penjaga gawang Persebaya Surabaya itu melakukan sejumlah penyelamatan penting yang menjaga asa Indonesia tetap hidup.
Kemenangan ini bukan sekadar tiket semifinal. Garuda Muda mengirim pesan kuat bahwa Indonesia kini mampu bersaing dengan kekuatan besar Asia.
Di balik kemenangan monumental tersebut, Shin Tae-yong mengaku merasakan emosi campur aduk. Pelatih asal Korea Selatan itu menyebut laga melawan negaranya sendiri menjadi pertandingan paling berat sejak menangani Timnas Indonesia.
"Saya sangat senang dan bahagia, tetapi di sisi lain, ini sangat menyedihkan dan sulit. Pemenangnya harus ditentukan, dan sekarang saya bertanggung jawab atas tim Indonesia. Saya harus melakukan yang terbaik untuk Indonesia," kata Shin Tae-yong dikutip dari laman PSSI.
Pelatih berusia 53 tahun itu juga menilai kemenangan atas Korea Selatan membuat mental dan rasa percaya diri para pemain meningkat drastis. Shin bahkan mulai membuka peluang Indonesia untuk melangkah lebih jauh hingga final dan merebut tiket Olimpiade.
"Saya tidak bisa mengatakan bahwa kami tak bisa memenangkan kejuaraan. Jelas, kami bisa mencapai final. Hal itu memberi kami kepercayaan diri dan kami mampu mencapai empat besar," ujarnya.
Malam magis di Doha itu akhirnya menjadi salah satu bab paling emosional dalam sejarah sepak bola Indonesia. Garuda Muda bukan hanya menang atas Korea Selatan, tetapi juga berhasil mengakhiri trauma panjang yang selama bertahun-tahun menghantui.
Di samping itu, kemenangan ini juga dirayakan masyarakat Indonesia. Di media sosial, viral sejumlah momen di mana para pencinta sepakbola nasional melakukan nonton bareng.
Mulai di pasar, di tempat makan, di pinggir jalan. Ketika tendangan penentu Pratama Arhan berbuah gol, semua bersorak, meluapkan kebahagiaan dan menjadi viral di seluruh penjuru negeri.
