Julian Alvarez Tebar Ancaman di Piala Dunia 2026: Argentina Belum Kenyang Gelar Juara
- REUTERS/Agustin Marcarian
“Kami memang bersaing, tapi yang terpenting adalah tim. Persaingan seperti ini justru membuat kami berkembang dan menjadi lebih baik setiap hari,” katanya.
Alvarez juga mengenang momen paling emosional di Qatar 2022. Bukan final melawan Prancis, melainkan laga kontra Meksiko di fase grup.
Menurutnya, pertandingan itu menjadi titik balik Argentina setelah kekalahan mengejutkan dari Arab Saudi.
“Laga melawan Meksiko sangat penting karena setelah itu semuanya berubah. Kami mulai percaya bahwa nasib kami ada di tangan sendiri,” ucap Alvarez.
Piala Dunia 2026 juga berpotensi menjadi panggung terakhir Lionel Messi bersama Argentina. Alvarez menyadari momen tersebut akan terasa emosional, bukan hanya bagi skuad Argentina tetapi juga dunia sepak bola.
“Kami tahu ini mungkin menjadi Piala Dunia terakhir Leo. Itu akan membuat turnamen ini terasa spesial bagi semua orang karena dia adalah pemain terbaik sepanjang masa,” ujar Alvarez.
Meski masih dihuni generasi emas, Alvarez merasa skuad Argentina sekarang jauh lebih dewasa. Pengalaman tampil di berbagai kompetisi elite Eropa membuatnya berkembang, baik secara teknik maupun mental.
Ia mengaku mengenakan jersey Argentina selalu menghadirkan rasa bangga sekaligus tanggung jawab besar.
“Ketika memakai jersey ini, kami membawa harapan seluruh rakyat Argentina yang hidup untuk sepak bola,” katanya.
Jika Argentina berhasil mempertahankan gelar juara dunia, Alvarez percaya tim ini akan dikenang sebagai salah satu generasi terbaik sepanjang sejarah sepak bola. Sebab selain berstatus juara dunia, Argentina juga sukses menjuarai Copa America dalam periode yang sama.
“Kalau kami bisa juara lagi, tentu itu akan menjadi sejarah besar,” tutup Alvarez.
