FIFA Berniat Jual Saham Piala Dunia, Gianni Infantino Sudah Dekati Kerabat Donald Trump
- REUTERS/Lee Smith
VoxPop – FIFA dikabarkan berniat untuk menjual saham Piala Dunia seiring dengan berakhirnya turnamen edisi 2026. Presiden Gianni Infantino kabarnya sudah mendekati kerabat dari Donald Trump.
Piala Dunia 2026 sudah selesai digelar pada pekan lalu. Spanyol keluar sebagai juaranya usai mengalahkan Argentina dengan skor tipis 1-0 pada pertandingan final.
Turnamen yang diselenggarakan di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada itu berjalan dengan penuh kontroversi. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bahkan sempat melakukan intervensi dengan menelepon Infantino untuk mencabut kartu merah Folarin Balogun.
Pemasukan FIFA untuk siklus empat tahunan diperkirakan akan melebihi 15 miliar dolar Amerika Serikat. Itu bernilai total 271 triliun rupiah dalam kurs terkini pada Rabu (29/7/2026).
Piala Dunia 2026 digelar dengan menyertakan total 48 tim dalam turnamen ini. Hal itu menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai yang terbesar dalam sejarah sepak bola, dan FIFA berniat untuk mengembangkannya.
Sebagaimana dilaporkan oleh Reuters, FIFA berniat untuk menjual saham minoritas kepada investor swasta bernilai hingga 4,2 miliar dolar Amerika Serikat. Itu bernilai hampir 76 triliun rupiah pada saat ini.
FIFA mengklaim bahwa sejumlah investor sudah bersiap untuk menanamkan sahamnya. Joshua Kushner, yang merupakan saudara dari menantu Donald Trump, Jared Kushner, diharapkan sebagai salah satu di antaranya.
Presiden Gianni Infantino mengatakan bahwa penjualan saham ini adalah untuk mengembangkan usaha global. Dia beralasan bahwa sepak bola adalah olahraga yang paling diminati di seluruh dunia.
“Sepak bola adalah olahraga paling populer di dunia dan mesin luar biasa bagi pembangunan manusia dan sosial,” kata Infantino dalam pernyataannya, dilansir Reuters.
“Sebagian dari permainan ini telah mengubah popularitas itu menjadi nilai komersial yang luar biasa – dan kami merayakan kesuksesan itu dan ingin itu terus berlanjut, karena itu mengangkat seluruh permainan,” tambahnya.
“Tugas kami adalah memastikan bahwa bagian lain dari sepak bola tumbuh bersamanya: FIFA ada untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan inklusif di setiap sudut dunia,” lanjutnya.
FIFA menegaskan bahwa mereka tetap menjadi pengendali otoritas di dunia sepak bola. Mereka akan tetap menjadi pihak yang mengatur jadwal sepak bola dan regulasi yang berkaitan dengan keputusan keolahragaan. (rda)
