Mohammad Mohebi Selebrasi Gestur Pistol di Piala Dunia 2026, Bintang Iran Buka Suara

Pemain Timnas Iran, Mohammad Mohebi
Sumber :
  • REUTERS/Daniel Cole

VoxPop – Penyerang Timnas Iran, Mohammad Mohebi sedang menuai kontroversi usai selebrasi gol saat menghadapi Selandia Baru dalam laga Grup G. Pertandingan yang berlangsung di Stadion SoFi, Los Angeles, Amerika Serikat, Selasa (16/6/2026), berakhir dengan skor imbang 2-2. 

img_title Harga Minyak Dunia Turun usai AS Lanjutkan Perundingan Damai dengan Iran

Mohebi menjadi penyelamat Iran setelah mencetak gol pada menit ke-64 dan memastikan negaranya membawa pulang satu poin dari laga pembuka tersebut. Namun, momen perayaan gol Mohebi justru memicu perdebatan di media sosial dan kalangan pengamat sepak bola. 

Pemain berusia 27 tahun yang saat ini membela klub Rusia FC Rostov itu dianggap melakukan gerakan yang menyerupai simbol mengacungkan pistol. Gerakan tersebut membuat sebagian pihak meminta adanya pemeriksaan lebih lanjut, terlebih mengingat situasi politik yang menyelimuti kehadiran Iran di Piala Dunia 2026. 

img_title Iran Bantah Berunding dengan AS soal Selat Hormuz

Menanggapi kontroversi yang berkembang, Mohebi langsung memberikan klarifikasi usai pertandingan bersama kapten tim, Mehdi Taremi.

"Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua penggemar Iran yang datang menonton di Los Angeles. Mereka menciptakan suasana yang luar biasa dalam pertandingan," kata Mohebi dikutip dari Mirror.

img_title Prabowo Ajak Klub hingga Media Bersatu Wujudkan Mimpi Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030

Ia menegaskan bahwa selebrasi tersebut tidak memiliki pesan tertentu dan murni muncul secara spontan di tengah euforia mencetak gol. Mohebi juga menyatakan bahwa gestur tersebut hanya ditujukan sebagai bentuk ekspresi kepada para pendukung yang hadir di stadion.

"Selebrasi itu muncul begitu saja dalam pikiran, saat itu juga. Saya melakukannya seperti ini [menggerakkan tangannya] dan saya ingin melakukannya seperti ini untuk semua penggemar. Ini hanya sebuah selebrasi, dan hanya itu," katanya.

Sementara itu, pemain Iran lainnya, Ramin Rezaeian, yang juga mencatatkan namanya di papan skor, mengakui bahwa selebrasi golnya memiliki makna politik. Saat menyamakan kedudukan pada babak pertama, Rezaeian merayakan gol dengan menutupi wajahnya menggunakan jersey.

Meski mengakui adanya pesan tertentu dalam selebrasi tersebut, Rezaeian memilih untuk tidak memperpanjang pembahasan mengenai persoalan politik. Ia menegaskan bahwa kehadirannya di Piala Dunia adalah untuk berbicara mengenai sepak bola.

“Itu sesuatu yang politis (selebrasi golnya),” katanya. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut