AFC Nyatakan Solidaritas untuk UEFA dan CONCACAF, Tolak Rencana FIFA Jual Saham Piala Dunia

Donald Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino
Sumber :
  • REUTERS/Dylan Martinez

VoxPop – Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menyatakan solidaritas untuk UEFA dan CONCACAF. Mereka menolak rencana FIFA untuk menjual saham Piala Dunia.

img_title Spanyol, Inggris hingga Prancis Terancam Absen di Piala Dunia 2030, UEFA Ancam Boikot Kompetisi FIFA jika FFE Disetujui

Dalam pernyataan resminya pada Jumat (31/7/2026), AFC menyatakan kecemasannya terhadap rencana FIFA untuk program FIFA Forward Enterprise (FFE). Program yang diinisiasi Presiden Gianni Infantino tersebut rencananya akan menjual saham minoritas Piala Dunia kepada investor swasta.

“Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) telah mengamati dengan keprihatinan mendalam perkembangan beberapa hari terakhir terkait usulan pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE) dan ketidakpastian yang muncul di komunitas sepak bola global,” demikian pernyataan resmi AFC.

img_title Erick Thohir Dukung Rencana Kontroversial FIFA, Indonesia Berpotensi Raup Rp650 Miliar

Sebelumnya, Konfederasi Sepak Bola Eropa (UEFA) dan Amerika Utara (CONCACAF) telah mengajukan penolakan. Mereka bahkan mengancam memboikot Piala Dunia.

“AFC menyatakan solidaritasnya dengan UEFA dan CONCACAF dalam menyampaikan keprihatinan serius atas proposal FIFA untuk memperkenalkan investasi swasta ke dalam kompetisi unggulan FIFA dan proses pengambilan keputusan seputar FFE,” tambahnya.

img_title FIFA Akhirnya Bikin Klarifikasi soal Jual Saham Piala Dunia: Tidak Ada yang Berniat Menjual Sepak Bola

“Fakta bahwa situasi telah mencapai titik di mana kemungkinan nyata boikot Piala Dunia FIFA telah memasuki wacana publik seharusnya menjadi perhatian semua orang yang peduli dengan masa depan olahraga kita. Sepak bola seharusnya tidak pernah ditempatkan dalam posisi seperti ini,” lanjut pernyataan tersebut.

FIFA sebelumnya telah menyatakan klarifikasinya. Mereka menolak untuk mengatakan bahwa FFE adalah tindakan untuk menjual sepak bola.

Walau begitu, AFC menilai bahwa klarifikasi terbaru FIFA tidak menjawab apa pun soal kecemasan utama. Hal ini berpotensi memengaruhi masa depan sepak bola, dan itu menjadi kecemasan untuk AFC.

“Meskipun perdebatan saat ini berpusat pada FFE, AFC menganggap isu ini jauh melampaui satu proposal tunggal. Sebaliknya, hal ini telah mengungkap kelemahan mendasar dalam proses konsultasi dan pengambilan keputusan FIFA yang sekarang harus diatasi. Meskipun AFC mencatat klarifikasi terbaru FIFA tentang proposal tersebut, kekhawatiran utama seputar tata kelola, proses kelembagaan, dan konsultasi yang bermakna tetap belum terjawab,” sambungnya.

“Proposal yang begitu signifikan, dengan potensi untuk memengaruhi masa depan komersial, olahraga, dan strategis sepak bola dunia, tidak boleh muncul melalui proses yang membuat Konfederasi, Asosiasi Anggota (MA), dan bahkan badan pengatur FIFA sendiri, termasuk Dewan FIFA, merasa terpinggirkan. Tujuan utama sepak bola dunia harus memastikan bahwa keputusan sebesar itu dikembangkan melalui proses yang berlandaskan transparansi dan mendapatkan kepercayaan dari komunitas sepak bola,” lanjutnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut