Lamine Yamal Bikin Pengakuan Mengejutkan Jelang Prancis Vs Spanyol

Lamine Yamal di Timnas Spanyol
Sumber :
  • REUTERS/Hannah Mckay

VoxPop – Bintang muda Timnas Spanyol, Lamine Yamal, menunjukkan rasa percaya diri tinggi menjelang duel hidup-mati melawan Prancis pada semifinal Piala Dunia 2026. Meski usianya baru menginjak 19 tahun, pemain Barcelona itu mengaku sama sekali tidak terbebani menghadapi pertandingan terbesar dalam kariernya sejauh ini.

img_title PPATK Temukan 6 Juta Transaksi Judi Online Terkait Piala Dunia 2026

Spanyol akan menantang Prancis di Dallas Stadium, Amerika Serikat, Rabu 15 Juli 2026 dini hari WIB. Laga tersebut menjadi kesempatan emas bagi La Furia Roja untuk kembali menembus final Piala Dunia setelah penantian selama 16 tahun sejak terakhir menjadi juara pada edisi 2010 di Afrika Selatan.

Di atas kertas, tantangan yang dihadapi Spanyol tidak mudah. Les Bleus datang dengan status juara dunia 2018 sekaligus finalis Piala Dunia 2022. Namun, hal itu tidak membuat Yamal kehilangan keyakinan.

img_title Gianni Infantino Didesak Mundur sebagai Presiden FIFA, PSSI dan Erick Thohir Resmi Nyatakan Dukungan

"Kami tahu bagaimana menghadapi kesulitan. Soal tekanan, saya tidak merasakannya," kata Yamal dikutip dari FIFA.

Pernyataan itu semakin menarik karena belakangan performa Yamal menjadi sorotan. Winger lincah tersebut memang baru mencetak satu gol sepanjang Piala Dunia 2026. Namun, ia memilih tidak terlalu memikirkan kritik yang datang.

img_title Prabowo Ajak Klub hingga Media Bersatu Wujudkan Mimpi Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030

"Kalian sendiri yang mengatakan bahwa saya sedang tidak berada dalam performa terbaik. Jadi kalian seharusnya tidak berharap terlalu banyak dari saya. Tetapi saya yakin besok akan menjadi hari yang spesial," ujarnya.

Kontribusi seorang pemain, sambung Yamal, tidak selalu diukur dari jumlah gol maupun assist.

Semifinal kali ini juga menjadi panggung besar kedua bagi Yamal di turnamen internasional. Sebelumnya, ia menjadi salah satu pahlawan Spanyol saat menjuarai Piala Eropa 2024. Kala itu, Yamal mencetak gol spektakuler ketika La Furia Roja menyingkirkan Prancis dengan skor 2-1 di babak semifinal sebelum akhirnya mengangkat trofi.

Sementara itu, pelatih Spanyol Luis de la Fuente memilih menjaga atmosfer tim tetap tenang menjelang laga penting tersebut. Menurutnya, pemain tidak boleh terbebani oleh besarnya ekspektasi publik.

"Kuncinya adalah menemukan keseimbangan. Kami tidak boleh membiarkan tanggung jawab itu justru membuat kami gugup," kata De la Fuente.

Pelatih berusia 65 tahun tersebut menilai ketenangan menjadi modal utama timnya. Sikap itu sudah terlihat sepanjang turnamen ketika Spanyol mampu mencetak gol-gol penentu pada menit-menit akhir saat menyingkirkan Portugal di babak 16 besar dan Belgia pada perempat final.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut