Pengakuan Dosa Thomas Tuchel
- IMAGN IMAGES via Reuters/Maria Lysaker
VoxPop – Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, akhirnya buka suara mengenai keputusan kontroversialnya mencadangkan Bukayo Saka saat The Three Lions kalah dari Argentina di semifinal Piala Dunia 2026.
Keputusan itu sempat menuai kritik tajam. Pasalnya, Saka yang tampil impresif sepanjang turnamen justru tak dimainkan sama sekali ketika Inggris membutuhkan tambahan daya gedor untuk mengejar ketertinggalan.
Namun Tuchel menegaskan, keputusan tersebut bukan karena kondisi fisik pemain Arsenal itu. Menurutnya, Saka sebenarnya dalam kondisi fit.
"Dia melakukan segalanya dengan benar," ujar Tuchel.
Pelatih asal Jerman itu mengaku lebih memilih memainkan Morgan Rogers karena merasa sang pemain bisa memberikan sesuatu yang spesial di laga semifinal.
"Saya hanya punya firasat bahwa Morgan Rogers akan terlibat dalam sesuatu yang spesial. Itulah alasan keputusan itu diambil," katanya.
Tuchel menambahkan, jalannya pertandingan membuat rencana awal berubah. Pergantian pemain akhirnya lebih banyak dipengaruhi kondisi fisik para pemain yang mulai mengalami kram dan kelelahan.
Meski begitu, Tuchel menegaskan kualitas Saka tak pernah diragukan.
"Bukayo adalah pemain penting bagi kami. Itu tidak pernah menjadi keraguan," ujarnya.
Ironisnya, keputusan mencadangkan Saka justru dibalas sang winger dengan penampilan luar biasa di laga perebutan tempat ketiga.
Menghadapi Prancis di Stadion Miami, Saka tampil menggila dengan mencetak hattrick dan membawa Inggris menang dramatis 6-4 sekaligus mengamankan medali perunggu Piala Dunia 2026.
Penampilan gemilang tersebut membuat Saka dinobatkan sebagai Player of the Match.
Menariknya, Tuchel mengaku bahkan tidak sadar bahwa anak asuhnya mencetak tiga gol karena pertandingan berlangsung sangat liar.
"Saya bahkan tidak sadar dia mencetak hattrick. Saya kehilangan hitungan siapa saja yang mencetak gol. Tapi penghargaan itu memang pantas dia dapatkan," ucap Tuchel.
Sementara itu, Saka memilih tak memperpanjang polemik soal minimnya kesempatan bermain di Piala Dunia.
Pemain berusia 24 tahun itu mengakui tentu ingin mendapat menit bermain lebih banyak, namun kini memilih fokus menatap masa depan.
"Tentu saya ingin bermain lebih banyak. Tapi sekarang sudah terlambat membahasnya. Saya lebih suka berbicara lewat penampilan di lapangan, dan itu sudah saya lakukan," kata Saka.
