Bung Towel Singgung Lisensi Shin Tae-yong di Persija, Imbas Sanksi KFA: Dia Kerja di Sini Pakai Lisensi Apa?
- tvonenews.com - Ilham Giovani
Bung Towel pun meminta Persija melakukan pengecekan secara menyeluruh terkait hukuman yang dijatuhkan KFA. Ia tidak menutup kemungkinan Shin Tae-yong menggunakan lisensi kepelatihan dari konfederasi lain sehingga tidak terdampak oleh keputusan federasi sepak bola Korea Selatan.
"Kalau soal (lisensi) Pro, di mana saja kan bisa, mau di UEFA, AFC, bisa saja. Maksudnya, dia datang ke sini sementara posisinya dihukum, kita tunggu saja respons klub," katanya.
Shin Tae-yong Sudah Dipastikan Tetap Melatih Persija
Di sisi lain, Persija Jakarta sebelumnya memastikan posisi Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala tetap aman. Manajemen klub mengaku telah melakukan komunikasi langsung dengan KFA sebelum menunjuk pelatih asal Korea Selatan tersebut.
Persija menilai tidak ada kendala yang menghalangi Shin Tae-yong untuk menjalankan tugasnya di Indonesia. Bahkan, eks pelatih Timnas Indonesia itu sudah melakoni debut bersama Macan Kemayoran pada ajang pramusim Piala Presiden 2026.
Awal Mula Kasus Shin Tae-yong di Korea Selatan
Kasus yang menyeret Shin Tae-yong bermula saat dirinya menangani Ulsan HD pada Agustus 2025. Masa kepemimpinannya hanya berlangsung sekitar dua bulan sebelum akhirnya diberhentikan ketika klub berada dalam ancaman degradasi.
Beberapa waktu setelah itu, beredar video yang memperlihatkan Shin Tae-yong menampar pipi salah seorang pemain Ulsan, Jeong Seung-hyeon, ketika berada di ruang pertemuan tim. Selain dugaan penyerangan terhadap pemain, ia juga disebut menghadapi tudingan penggunaan kata-kata kasar kepada pemain dan penyalahgunaan fasilitas klub terkait kemunculan alat golf di bus tim.
KFA kemudian melakukan penyelidikan sejak Desember 2025. Setelah proses berlangsung selama beberapa bulan, Komite Disiplin KFA menjatuhkan sanksi kepada Shin Tae-yong pada Juli 2026.
Meski federasi tidak mengungkap rincian hukuman secara resmi karena alasan kerahasiaan, sejumlah media Korea Selatan melaporkan bahwa sanksi tersebut mencakup larangan beraktivitas di lingkungan sepak bola Korea Selatan dalam jangka waktu tertentu, bahkan disebut dapat mencapai penangguhan kualifikasi hingga 10 tahun.
Shin Tae-yong sendiri telah menyatakan masih mempertimbangkan langkah banding. Ia mengaku ada sejumlah fakta yang menurutnya belum terungkap dan merasa terdapat hal-hal yang tidak adil dalam proses tersebut.
