Skandal Sepakbola Korea Selatan Makin Panas, Rumah Hong Myung Bo dan KFA Digeledah Polisi

Pelatih Korea Selatan, Hong Myung-bo
Sumber :
  • REUTERS/Kim Soo-Hyeon

VoxPop – Kegagalan Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2026 ternyata berbuntut panjang. Setelah dihujani kritik dari publik dan parlemen, mantan pelatih Taeguk Warriors, Hong Myung Bo, kini harus menghadapi persoalan yang jauh lebih serius.

img_title Mantan Rekan Setim Cristiano Ronaldo Ikut Desak Gianni Infantino Mundur, Luis Figo: Dia Sudah Bohong!

Rumah legenda sepak bola Korea Selatan itu digeledah aparat kepolisian. Tak hanya itu, kantor Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) juga ikut menjadi sasaran penyelidikan terkait dugaan kejanggalan dalam proses penunjukannya sebagai pelatih tim nasional.

Mengutip laporan Chosun, penggeledahan dilakukan pada Kamis (6/8) waktu setempat. Polisi mendatangi kantor pusat KFA di Cheonan serta Football Hall di Jongno-gu, yang sebelumnya menjadi markas federasi sebelum berpindah lokasi.

img_title Korsel Lanjutkan Bangun Jalur Kereta ke Korut pada 2027

Sehari sebelumnya, aparat lebih dulu menggeledah kediaman Hong Myung Bo. Langkah tersebut dilakukan untuk mengumpulkan dokumen dan sejumlah bukti yang berkaitan dengan proses penunjukan sang pelatih pada Juli 2024.

Penyidik kini tengah menelusuri apakah seluruh tahapan seleksi pelatih berjalan sesuai prosedur atau justru terdapat pelanggaran dalam proses pengambilan keputusan.

img_title PPATK Temukan 6 Juta Transaksi Judi Online Terkait Piala Dunia 2026

"Polisi sedang menyelidiki proses penunjukan mantan pelatih Timnas Korea Selatan, Hong Myung Bo, dan melakukan operasi di KFA," tulis Chosun.

Media tersebut juga menyebut ini merupakan kali pertama kepolisian Korea Selatan melakukan investigasi langsung terhadap KFA terkait proses pemilihan pelatih tim nasional.

Kasus ini menjadi babak baru dari krisis yang melanda sepak bola Korea Selatan setelah tampil mengecewakan di Piala Dunia 2026.

Di bawah arahan Hong Myung Bo, Korea Selatan gagal melangkah ke fase gugur. Setelah mengawali turnamen dengan kemenangan atas Republik Ceko, Son Heung Min dan kawan-kawan justru tumbang saat menghadapi Meksiko dan Afrika Selatan.

Hasil itu membuat Taeguk Warriors hanya finis di peringkat ketiga Grup A. Harapan lolos melalui jalur peringkat ketiga terbaik pun sirna karena kalah bersaing dalam perolehan poin maupun selisih gol.

Gelombang kekecewaan publik pun tak terbendung. Pekan lalu, Hong Myung Bo bersama mantan Presiden KFA, Chung Mong Gyu, dipanggil parlemen Korea Selatan untuk memberikan penjelasan terkait kegagalan tim nasional di Piala Dunia.

Keduanya sempat menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat. Namun, permintaan maaf tersebut ternyata belum mampu meredakan polemik.

Kini, sorotan publik Korea Selatan tak lagi hanya tertuju pada buruknya performa tim nasional di lapangan. Proses penunjukan Hong Myung Bo sebagai pelatih pun ikut menjadi perhatian setelah resmi masuk ke ranah penyelidikan aparat kepolisian.

Anggota Komisi III DPR RI Abdullah

PPATK Catat 6 Juta Transaksi Judol saat Piala Dunia, DPR Minta Polri Masif Berantas!

Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah meminta Polri semakin masif menindak pelaku judi online (judol) usai PPATK melaporkan temuan dana judol paruh pertama 2026.

img_title
VoxPop.co.id
6 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut