16 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Korea Selatan, Suhu Tertinggi dalam 122 Tahun

Ilustrasi termometer suhu udara di musim kemarau (Foto:Pixabay)
Sumber :
  • vstory

Jakarta, VoxPop – Korea Selatan dilanda gelombang panas paling ekstrem sejak 122 tahun terakhir. Suhu udara mencapai 42,5 derajat celsius dan 16 orang dilaporkan meninggal dunia.

img_title Jepang Turunkan Pemain Bintang di Asian Games 2026, Timnas Voli Putri Indonesia Wajib Waspada

Kondisi tersebut mendorong pemerintah mengeluarkan peringatan darurat karena suhu ekstrem mulai membahayakan kesehatan masyarakat, terutama lansia, pekerja luar ruangan, dan warga yang memiliki penyakit tertentu.

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah memperkuat perlindungan bagi masyarakat yang terdampak gelombang panas.

img_title Staf Persija Bongkar Fakta Sanksi Shin Tae-yong di Korea Selatan

Dalam rapat kabinet, Lee juga meminta langkah cepat untuk menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan serta memastikan pasokan listrik tetap stabil di tengah lonjakan penggunaan pendingin ruangan.

"Kita perlu berupaya melakukan perombakan mendasar terhadap sistem krisis nasional, karena cuaca ekstrem ini sudah menjadi hal yang biasa," kata Lee, Selasa 4 Agustus 2026.

img_title RI Perkuat Kerja Sama Kehutanan Berkelanjutan dengan Korsel

Badan Meteorologi Korea (KMA) mencatat suhu tertinggi terjadi di Kota Yangsan, Provinsi Gyeongsang Selatan, yang mencapai 42,5 derajat Celsius pada Minggu 2 Agustus 2026.

Suhu tersebut menjadi yang tertinggi dalam 122 tahun sejarah pengamatan cuaca di Korea Selatan sejak pencatatan modern dimulai pada 1904.

Sejak Mei 2026, lebih dari 2.000 orang telah menjalani perawatan medis akibat penyakit yang berkaitan dengan paparan suhu panas.

Seoul Masuk Status Peringatan Gelombang Panas Ekstrem

Gelombang panas yang semula terkonsentrasi di wilayah tenggara kini bergerak ke Seoul, ibu kota Korea Selatan yang dihuni lebih dari 9 juta penduduk.

KMA untuk pertama kalinya menetapkan peringatan gelombang panas ekstrem di sebagian wilayah Seoul dan Provinsi Gyeonggi.

Peringatan tersebut kemudian diperluas ke seluruh kawasan ibu kota setelah suhu diperkirakan mencapai 38 derajat Celsius dan bertahan di kisaran 37 derajat Celsius selama beberapa hari berikutnya.

Pemerintah Kota Seoul langsung menggelar rapat darurat dan meningkatkan langkah perlindungan bagi kelompok rentan.

Sekitar 63.000 lansia, penyandang disabilitas, dan warga dengan penyakit kronis menjadi sasaran pemeriksaan kesehatan.

Selain itu, sekitar 200 truk dikerahkan untuk menyiram hampir 2.000 kilometer ruas jalan guna menurunkan suhu permukaan di kawasan perkotaan.

Sejumlah daerah juga menyediakan zona kabut air sebagai tempat warga berlindung dari panas ekstrem.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut