Geger! Gianni Infantino Dituduh Bayar Selingkuhan di FIFA

Presiden FIFA Gianni Infantino
Sumber :
  • REUTERS/Benoit Tessier

VoxPop – Presiden FIFA, Gianni Infantino, angkat bicara terkait tuduhan yang menyeret namanya dalam isu pembayaran kepada seorang mantan karyawan UEFA.

img_title Susul PSSI, Federasi Sepak Bola Argentina dan Afrika Nyatakan Dukungan kepada Presiden FIFA Gianni Infantino

Infantino melalui juru bicara FIFA membantah keras tuduhan bahwa dirinya pernah membayar seorang wanita yang disebut-sebut sebagai selingkuhannya agar meninggalkan UEFA.

Kabar tersebut sebelumnya mencuat di tengah hubungan yang kembali memanas antara FIFA dan UEFA. Isu itu menyebut adanya pembayaran dengan nilai mencapai enam digit atau ratusan ribu dolar kepada seorang wanita yang ketika itu merupakan karyawan UEFA.

img_title Batal Lawan Timnas Indonesia? India Dikabarkan Siap Mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026 Demi Hadapi Brasil

Namun, FIFA memastikan pembayaran tersebut bukan berkaitan dengan hubungan pribadi Infantino.

"[Gianni] Infantino dengan tegas membantah tuduhan yang sama sekali tidak benar ini," kata juru bicara FIFA kepada Daily Telegraph, seperti dikutip Sky Sports.

img_title FIFA Dituding Lakukan 'Pemerasan' demi Infantino! Yordania Bongkar Dugaan Tekanan, PSSI Unjuk Kesetiaan

FIFA mengakui memang terdapat pembayaran kepada individu yang dimaksud. Namun, pembayaran tersebut disebut sebagai bagian dari hak karyawan setelah berhenti bekerja, bukan untuk menutupi hubungan perselingkuhan seperti yang dituduhkan.

"Kami mengetahui tuduhan itu dan mengonfirmasi bahwa pembayaran pesangon telah dilakukan kepada individu yang bersangkutan, bersamaan dengan pembayaran biaya kursus MBA," ujar juru bicara tersebut.

FIFA menjelaskan, pembayaran semacam itu diperbolehkan berdasarkan regulasi kepegawaian yang berlaku saat itu. Terlebih, karyawan yang meninggalkan organisasi untuk melanjutkan pendidikan dapat memperoleh sejumlah fasilitas sesuai aturan.

"Pembayaran itu sesuai dengan peraturan yang berlaku untuk karyawan yang berhenti bekerja pada saat itu. Peraturan semacam itu telah diperketat sejak tahun 2016," lanjutnya.

FIFA juga menegaskan bahwa regulasi kepegawaian mereka saat ini telah diperbarui dan berlaku secara menyeluruh bagi seluruh karyawan.

"Peraturan kepegawaian saat ini, yang juga berlaku untuk semua karyawan UEFA di semua tingkatan, mencerminkan peraturan yang ditemukan di organisasi modern bereputasi tinggi," katanya.

Muncul di Tengah Perseteruan FIFA dan UEFA

Tuduhan terhadap Infantino tersebut mencuat pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Isu itu muncul ketika hubungan antara FIFA dan UEFA kembali menjadi sorotan, terutama terkait kepemimpinan Infantino sebagai orang nomor satu di FIFA.

Infantino sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal UEFA sebelum terpilih sebagai Presiden FIFA pada 2016.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut