Kembalinya Taring Persija dan Tragedi Patahnya Sayap Timnas

Persija Jakarta Juara Liga 1 2018
Sumber :
  • VoxPop/Muhamad Solihin

Kontroversi, sebab banyak yang berpikir Persija juara karena uluran tangan dari pihak luar. Sebelumnya memang banyak pihak yang bicara di berbagai lini terkait siapa yang juara Liga 1.

img_title Respons Rizky Ridho usai Timnas Indonesia Gagal di Piala AFF 2026: Maaf, Selalu Mengecewakan Kalian

Mereka menganggap Persija akan juara karena sudah diatur dan pemiliknya merupakan pejabat di PSSI.

"Saya sih tak mau komentar. Prestasi itu tak bisa ditentukan. Orang susah, sedih frustrasi, boleh saja bicara seperti itu. Saya harap, orang Jakarta, Jakmania, dan Persija sabar. Kami harus waras, sadar, mengerti. Orang susah itu jangan dilawan. Beri kesempatan mereka bersusah ria. Kasih kesempatan kepada mereka, ruang bebas demi menyampaikan pendapatnya. Negatif atau positif, hak mereka, selama tak melanggar hukum," ujar CEO Persija, Gede Widiade.

img_title Gagal Penuhi Target Juara Piala AFF 2026, John Herdman Dipecat PSSI?

Gelar Individu Jadi Pelengkap

Harus diakui penampilan Persija di musim 2018 begitu konsisten. Komposisi pemain yang seimbang disertai taktik dan strategi tepat dari Teco, menjadi kunci dalam keberhasilan Persija jadi juara.

img_title Warganet Serang Akun Oman FA usai Wasit Khalfan Al-Amouri Jadi Sorotan di Timnas Indonesia Vs Singapura

Pun, di bawah tangan dingin Teco, beberapa pemain menjadi lebih beringas. Lihat saja Riko Simanjuntak.

Kualitasnya begitu berkembang saat Teco memberikannya kebebasan dalam bermain. Marko Simic yang sempat seret gol, mampu diasah lagi ketajamannya.

Di lini tengah, kolaborasi pemain macam Sandi Dharma Sute, Rohit Chand, Renan Silva, hingga Ramdani Lestaluhu, mampu membuat permainan Persija jadi lebih berwarna.

Atas berbagai fakta ini, Teco menyabet gelar pelatih terbaik. "Pencapaian saja juga merupakan kerja sama bagus dengan asisten dan ofisial. Kerja sama sangat bagus di tim ini, bahkan pemain juga terlibat dalam diskusi dengan kami," ujar Teco menanggapi gelar pelatih terbaiknya.

Selain Teco, Persija juga mendapatkan satu gelar individu lain. Pemain terbaik Liga 1 jatuh kepada salah satu pemain Persija, Rohit Chand.

Gelandang Persija Jakarta, Rohit Chand, usai raih gelar pemain terbaik Liga 1

Aneh memang karena Rohit secara statistik biasa saja. Namanya tak ada di lima besar dari kategori most assist, most tackle, dan lainnya.

"Bisa lihat statistik saya, tak cetak banyak gol, assist juga. Saya sungguh tak menyangka. Tapi, saya senang," terang Rohit.

Tim Technical Study Group PT Liga Indonesia Baru punya alasan kuat menunjuk Rohit sebagai pemain terbaik Liga 1. Sikap Rohit di atas lapangan yang jadi pembeda.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut