Kembalinya Taring Persija dan Tragedi Patahnya Sayap Timnas

Persija Jakarta Juara Liga 1 2018
Sumber :
  • VoxPop/Muhamad Solihin

Bicara kualitas, banyak pemain yang memiliki statistik bagus, bahkan lebih ketimbang Rohit. Namun, Ketua TSG, Mundari Karya, menggaris bawahi sikap Rohit yang santun di atas lapangan.

img_title Imbangi Garuda, Media Singapura Heran Ranking FIFA Timnas Indonesia Padahal Jauh di Atas The Lions

"Tak cuma ke pemain, dia juga hormat ke wasit. Banyak pemain bagus, tapi tak sedikit yang main trik dan membuat pertandingan tak kondusif. Sikap santun ini sangat penting untuk sepakbola Indonesia sekarang. Sebab, nantinya akan ditiru pemain muda," jelas Mundari.

Sayap Timnas Patah

img_title Bung Ropan Sebut Kerja Keras Thom Haye Sia-sia usai Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026

Saat Persija berjaya, Timnas Indonesia justru merana. Di Piala AFF 2018, Timnas babak belur, gagal melaju ke semifinal.

Pencapaian Timnas memang begitu mengecewakan. Start mereka buruk.

img_title John Herdman Masuk Sejarah Kelam Timnas Indonesia di Piala AFF

Bertandang ke National Stadium, 9 November 2018, Timnas sebenarnya mampu mendominasi permainan. Namun, mereka pada akhirnya harus menelan kenyataan pahit, kalah lewat gol tunggal Hariss Harun di menit 37.

Ada asa lolos yang muncul bagi Timnas di pertandingan kedua, menyusul kemenangan atas Timor Leste. Namun, saat menghadapi Thailand, Timnas melempem.

Mereka kalah dengan skor telak, 2-4. Kekalahan yang mengecilkan peluang Timnas. Hingga akhirnya, Timnas dinyatakan tak lolos usai Filipina bisa menahan imbang Thailand, 21 November 2018.

Tak usah heran jika Timnas gagal lolos. Persiapan dalam urusan manajemen yang buruk berkontribusi besar dalam kegagalan Timnas.

Para pemain Timnas Indonesia usai kalah dari Thailand di ajang Piala AFF 2018

Pertama, soal pelatih. Tak ada kejelasan dari PSSI, mau pakai jasa siapa. Luis Milla Aspas awalnya mau dipertahankan. Tapi, kenyataannya Milla tak kunjung datang setelah melakoni berbagai drama. Entah salah siapa.

Pada akhirnya, malah Bima Sakti Tukiman yang ditunjuk jadi pelatih. Benar saja, Bima tak siap melatih Timnas dan hasil kerjanya tak memuaskan.

"Saya ini anak SMP, tapi dikasih ujian universitas," kata Bima.

Bukan salah Bima juga sebenarnya. Paling fatal adalah kesalahan dalam bentrok agenda Timnas dengan kompetisi.

Saat kompetisi di negara lain sudah berhenti, Indonesia malah mengambil kebijakan berbeda. Kompetisi jalan, Timnas tetap main.

Fenomena ini sudah terjadi berulang kali. Dan banyak yang merasa, ini adalah penyebab utama Timnas melempem lantaran tenaga pemain sudah terkuras.

"Pastinya capek. Makanya ke depan jadwal disusun lebih bagus lagi. Kalau Timnas main harusnya bisa dihormati," ujar Riko.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut